
Kupang, Kampiunnews.com – Tujuan mulia kadang bisa dibelokkan. Hal seperti ini terjadi pada bantuan sumur bor untuk warga di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur.
Salah satu sponsor Orias Petrus Moedak mengatakan bantuan sosial yang diberikan berupa sumur bor di wilayah yang kekeringan antara lain Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang, Sabu dan Rote.
“Jumlahnya 67 sumur bor namun sementara direm,” ungkapnya belum lama ini.
Orias yang telah malang melintang di sejumlah BUMN termasuk tambang emas di PT Freeport ini memberikan alasannya menghentikan sementara bantuan sumur lantaran situasi saat ini sudah terhubung dengan link politik.
Baca juga: Orias: Melihat Diri Seperti Kura-kura di Atas Pagar
Ia tidak ingin niat sucinya yang berasal dari teman seangkatan waktu SMP di Kupang disusupi motif politik dari pihak tertentu.
“Ada warga yang bertanya apakah saya akan maju sebagai calon legislatif,” bebernya.
Alumnus FE Universitas Padjajaran Bandung ini mengatakan pada saat akan menyerahkan sumur yang telah selesai dikerjakan kepada masyarakat ada -ada saja politisi yang ingin memanfaatkan situasi itu untuk memperkenalkan diri atau melakukan sosialisasi.
Ia mencontohkan pernah ada calon legislatif yang menawarkan diri untuk ikut dalam acara pengresmian sumur, namun ia tidak memberikan restu.
“Ada caleg yang mau ikut dalam acara itu namun kita tidak mau,” ujarnya tanpa menyebut siapa caleg yang dimaksud.
Hal seperti ini menurutnya akan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat seolah olah bantuan sumur tersebut ada muatan politis. “Karena itu sementara kita stop dulu,” katanya.
Untuk diketahui daerah-daerah yang menerima bantuan sumur termasuk daerah dengan kategori gersang atau kekeringan air di waktu musim paceklik. Selain daerah-daerah tersebut secara keseluruhan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan iklim topografi memiliki musim kemarau lebih panjang ketimbang musim hujan. Curah hujan di wilayah ini kadang tidak menentu. Imbasnya kekeringan terjadi di mana-mana. (red-yn)






