Kampiunnews | Jakarta – Bio Farma Group, Holding BUMN Farmasi, kembali menegaskan dukungannya terhadap program strategis pemerintah dengan berpartisipasi aktif dalam peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di pusat acara, yakni Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Bio Farma dalam membangun sistem layanan kesehatan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan.
Melalui anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA), Bio Farma Group turut mempercepat pendirian Apotek Desa Merah Putih di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kefarmasian.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sambutannya menyatakan bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk memperkuat posisi ekonomi mereka. Menurutnya, peluncuran 80.081 koperasi ini merupakan gerakan strategis nasional yang bertujuan memotong dominasi pelaku ekonomi besar yang selama ini menghambat kemajuan rakyat.
“Hari ini adalah hari bersejarah. Kita mulai suatu usaha besar. Koperasi ini adalah langkah strategis besar,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa koperasi-koperasi ini akan mendapat dukungan infrastruktur nyata seperti gudang, cold storage, gerai sembako, apotek, kendaraan logistik, hingga fasilitas pinjaman super mikro guna memperlancar distribusi barang dan memperkuat ekonomi desa.
Model Kolaboratif: Sinergi Antar-BUMN dan Koperasi Desa
Apotek Desa Merah Putih akan dikelola langsung oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan model bisnis kolaboratif. Bio Farma tidak hanya menyediakan produk melalui KFA, tetapi juga mengoordinasikan sinergi dengan BUMN lain seperti PT Pos Indonesia, PT Telkom, dan Himbara dalam mendukung aspek logistik, digitalisasi, dan pembiayaan usaha koperasi.
“Sebagai induk dari Kimia Farma, Indofarma, dan seluruh ekosistem BUMN Farmasi, Bio Farma berperan sentral dalam transformasi pelayanan kesehatan dari hulu ke hilir. Apotek Desa Merah Putih sejalan dengan strategi kami memperluas akses kefarmasian hingga ke desa-desa,” ujar Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma.
Program ini juga didukung oleh platform digital PADI UMKM serta sistem pembayaran QRIS, dengan distribusi logistik didukung oleh PT Pos Indonesia.
Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Djagad Prakasa Dwialam, menegaskan bahwa program Apotek Desa adalah bagian penting dari misi perusahaan dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat desa.
“Kimia Farma tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tetapi juga melakukan pendampingan berkelanjutan terhadap standar pelayanan apotek,” ujar Djagad.
Bahkan, jika koperasi desa ingin mengembangkan layanan klinik, Kimia Farma melalui PT Kimia Farma Diagnostika siap memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penerapan standar klinik di tingkat desa.
Program Apotek Desa Merah Putih ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan merupakan bagian dari kontribusi Bio Farma dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya peningkatan akses layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi desa, dan penciptaan lapangan kerja lokal.






