Kampiunnews|Kupang – Kota Kupang menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II NTT 2026, ajang nasional yang mempertemukan atlet penyandang disabilitas intelektual dari berbagai daerah di Indonesia. Gelaran pada 14–18 Oktober 2026 ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesetaraan, inklusivitas, dan kesempatan bagi setiap atlet untuk meraih prestasi.
Untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menginstruksikan seluruh perangkat daerah bergerak cepat memenuhi kebutuhan panitia, mulai dari transportasi, layanan kesehatan, kebersihan hingga pengamanan di lokasi pertandingan.
Instruksi tersebut disampaikan Christian saat menerima audiensi Panitia PESONAS II NTT 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (13/10). Pertemuan itu membahas kesiapan akhir penyelenggaraan sekaligus dukungan pemerintah daerah bagi kelancaran kegiatan.
Ketua Panitia PESONAS II NTT 2026, Reni Marlina Un, melaporkan bahwa kontingen dari 34 provinsi serta perwakilan Special Olympics International dari London dan Special Olympics Asia-Pacific dari Singapura mulai berdatangan di Kota Kupang. Jumlah peserta diperkirakan melampaui 1.000 orang, belum termasuk ofisial dan pendamping.
Besarnya jumlah peserta membutuhkan dukungan lintas sektor yang terkoordinasi. Panitia mengajukan bantuan armada bus dan mobil HiAce untuk mobilisasi kontingen, tenaga medis dari puskesmas terdekat di tujuh cabang olahraga, dukungan kebersihan di arena pertandingan, serta pengamanan lalu lintas dan lokasi kegiatan.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Christian meminta panitia segera menyusun satu surat permohonan terpadu agar seluruh kebutuhan dapat ditindaklanjuti secara terarah oleh Sekretaris Daerah dan perangkat daerah teknis terkait.
“Saya minta panitia membuat satu surat terpadu yang memuat seluruh kebutuhan, mulai dari armada bus, mobilisasi HiAce, posko kesehatan di tujuh venue, hingga titik kebersihan dan lokasi baliho. Surat itu akan langsung saya disposisikan kepada Sekretaris Daerah dan dinas-dinas teknis terkait agar semuanya terkawal dengan baik dan tidak tercecer,” tegas Christian.
Menurutnya, keberhasilan Kota Kupang sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan kenyamanan yang dirasakan seluruh peserta. Setiap atlet harus memperoleh pelayanan yang layak, merasa diterima, serta mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
PESONAS, lanjut Christian, menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa disabilitas intelektual bukan penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Karena itu, dukungan pemerintah dan masyarakat perlu diwujudkan melalui pelayanan yang inklusif, akses transportasi yang memadai, fasilitas kesehatan, serta lingkungan pertandingan yang aman dan ramah bagi atlet.
PESONAS II NTT 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni sepak bola, bulu tangkis, renang, atletik, senam ritmik, bocce, dan tenis meja. Pertandingan berlangsung di sejumlah arena, antara lain GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center.
Pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10) pukul 18.00 WITA di Stadion Kota Kupang. Rangkaian acara meliputi penerimaan kontingen, pawai obor bersama atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) dan Wali Kota Kupang, serta pertunjukan seni dan budaya.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan atlet disabilitas intelektual dari seluruh Indonesia, PESONAS II NTT 2026 juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju kompetisi internasional di Santiago, Cile, pada tahun mendatang.
Melalui penyelenggaraan ini, Kota Kupang diharapkan tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama untuk membangun kepercayaan diri, menghargai keberagaman, dan mewujudkan kesetaraan bagi semua.







