Kampiunnews|Enrekang – Federasi Roundnet Indonesia (FRI) terus memperluas sosialisasi olahraga Roundnet ke berbagai daerah di Tanah Air. Usai menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 18 September 2026 di Jakarta, Pengurus Provinsi Federasi Roundnet Indonesia Sulawesi Selatan (Pengprov FRI Sulsel) langsung bergerak memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat Kabupaten Enrekang.
Kali ini, sosialisasi menyasar komunitas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Roundnet sebagai cabang olahraga alternatif yang mudah dimainkan, ekonomis, dan berpotensi dikembangkan di lingkungan pendidikan.
Sosialisasi kepada guru PJOK dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas pengenalan Roundnet kepada pelajar. Melalui tenaga pendidik olahraga, permainan ini diharapkan dapat diperkenalkan di sekolah sebagai aktivitas olahraga yang menyenangkan sekaligus mendorong kebugaran dan interaksi sosial.
Yasir Dg Palalo, Litbang Federasi Roundnet Indonesia, mengatakan Roundnet telah hadir di Sulawesi Selatan sejak setahun lalu dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
“Roundnet sudah hadir di Sulawesi Selatan setahun yang lalu. Masyarakat sangat antusias karena olahraga ini sangat simpel, dapat dimainkan di mana saja, dan sangat ekonomis,” tegas Yasir.
Menurutnya, karakteristik Roundnet yang sederhana menjadi salah satu keunggulan dalam memperluas jangkauan olahraga ini, termasuk di kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum.
Melihat semangat dan antusiasme masyarakat Enrekang, FRI Sulsel berencana melanjutkan kegiatan sosialisasi ke lingkungan perguruan tinggi.
Yasir menyampaikan, agenda berikutnya akan menyasar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis pemain sekaligus mendorong terbentuknya komunitas Roundnet di kalangan mahasiswa.
Keterlibatan guru PJOK dan mahasiswa menjadi bagian dari strategi pengembangan olahraga ini secara berkelanjutan. Guru dapat memperkenalkan Roundnet melalui kegiatan olahraga di sekolah, sedangkan mahasiswa berpotensi menjadi penggerak komunitas dan penyelenggara kegiatan olahraga di lingkungan kampus.
Melalui sosialisasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, FRI Sulsel berharap Roundnet semakin dikenal dan diminati di Sulawesi Selatan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan olahraga Roundnet di Indonesia, dengan memperluas partisipasi masyarakat serta membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet baru dari daerah.
Roundnet, Olahraga Modern yang Mudah Dimainkan
Roundnet merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim, masing-masing terdiri dari dua pemain. Permainan menggunakan bola kecil dan jaring berbentuk lingkaran yang dipasang rendah di atas permukaan tanah.
Berbeda dengan olahraga net konvensional yang menggunakan lapangan terpisah, Roundnet dimainkan dengan posisi pemain mengelilingi jaring. Kedua tim bergantian memukul bola ke arah jaring agar bola memantul dan sulit dikembalikan oleh lawan.
Setiap tim umumnya memiliki maksimal tiga sentuhan untuk mengembalikan bola ke jaring. Permainan menuntut kelincahan, koordinasi, kecepatan reaksi, komunikasi, serta kerja sama antarpemain.
Karena tidak membutuhkan lapangan luas maupun perlengkapan yang rumit, Roundnet dapat dimainkan di berbagai tempat, seperti halaman sekolah, lapangan terbuka, taman, maupun area rekreasi.
Karakteristik tersebut menjadikan Roundnet berpotensi dikembangkan sebagai olahraga rekreasi sekaligus aktivitas pembelajaran pendidikan jasmani yang menarik bagi generasi muda.







