Kampiunnews|Jakarta – Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) terus memperluas jejaring pemberdayaan perempuan hingga mancanegara. Langkah ini ditandai dengan deklarasi Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri (DPLN) PIM Amerika Serikat di kampus University of the District of Columbia, Washington, DC, Sabtu (10/10/2026).
Deklarasi tersebut menjadi momentum memperkuat peran perempuan diaspora melalui pendidikan, kepemimpinan, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian budaya Indonesia di tengah masyarakat internasional.
Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, menyambut positif terbentuknya PIM Amerika Serikat. Menurutnya, organisasi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan potensi, saling mendukung, dan berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
Lana menegaskan, perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga, membentuk karakter generasi muda, dan mendorong kemajuan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya.
“Di mana pun perempuan Indonesia berada, mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Saya berharap PIM Amerika Serikat menjadi ruang yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan potensi perempuan untuk melahirkan kegiatan yang bermanfaat serta memberikan dampak nyata,” demikian pesan yang ditekankan dalam semangat pengembangan organisasi PIM.
Lana juga menekankan pentingnya program yang terarah dan sinergi antargenerasi. Menurutnya, PIM tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mendorong perempuan untuk terus belajar, berinovasi, membangun solidaritas, dan mengambil peran kepemimpinan.
Selain itu, perempuan diaspora diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai budaya, bahasa, dan kecintaan terhadap tanah air kepada generasi muda, sehingga mereka tetap memiliki identitas Indonesia sekaligus mampu bersaing di lingkungan global.
Keluarga Fondasi Pembentukan Generasi Indonesia
PIM Amerika Serikat kini dipimpin Ketua DPLN Gabriella Hasnan bersama Wakil Ketua Imelda Budiman. Keduanya berkomitmen membangun komunitas perempuan diaspora yang inklusif, produktif, dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
Gabriella Hasnan menegaskan bahwa keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak yang tumbuh dan menempuh pendidikan di luar negeri.
“Keluarga menjadi titik awal untuk menumbuhkan generasi Indonesia yang cerdas, tangkas, bernurani, bertanggung jawab, dan tetap mencintai tanah air, meskipun tumbuh jauh dari Indonesia,” ujar Gabriella.
Menurutnya, tantangan keluarga diaspora bukan hanya memastikan anak memperoleh pendidikan dan menguasai teknologi, tetapi juga menanamkan nilai moral, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta pemahaman terhadap akar budaya Indonesia.
Ia berharap PIM USA menjadi ruang bagi perempuan diaspora untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun dukungan antarkeluarga. Melalui pendidikan keluarga, keteladanan, dan keterlibatan dalam komunitas, generasi muda diharapkan tumbuh terbuka terhadap dunia tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.
Berbasis di Washington, DC, Maryland, dan Virginia, PIM USA juga mulai memperluas jejaring ke California, Nevada, Colorado, Florida, dan New York.
Wakil Ketua PIM Amerika Serikat, Imelda Budiman, turut berperan dalam memperkuat fondasi organisasi agar deklarasi tersebut berlanjut menjadi gerakan komunitas yang aktif dan berkelanjutan.
Pengembangan PIM USA diarahkan pada pendidikan, kepemimpinan, kegiatan sosial, pelestarian budaya, dan kolaborasi lintas generasi. Melalui program-program tersebut, perempuan diaspora diharapkan memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan komunitas.
Kolaborasi antargenerasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pengalaman dan nilai budaya. Perempuan muda diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan potensi, dan mengambil peran dalam kepemimpinan maupun kegiatan sosial.
PIM USA juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender. Implementasinya dapat dilakukan melalui pendampingan perempuan muda, literasi digital, pendidikan keluarga, dan penguatan kepemimpinan.
Sebagai organisasi komunitas nirlaba dan nonpartisan, PIM USA menempatkan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan koordinasi sebagai landasan kegiatan. Keberhasilan organisasi diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah acara, tetapi juga dari manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, perkembangan anak, dan masyarakat.
Deklarasi PIM Amerika Serikat dirangkaikan dengan perayaan World Batik Day 2026 yang turut dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, bersama istri, Nining Sri Astuti.
Acara dimeriahkan penampilan artis legendaris Indonesia Sherly Malinton, Rey Wowor, serta pemain saksofon Yuyun George. Pagelaran busana batik, tarian daerah dari Jakarta dan Bali, tarian kolosal Poco-Poco, musik angklung, serta sajian kuliner Nusantara turut memeriahkan perayaan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Amerika Serikat sekaligus memperkuat identitas diaspora melalui batik, seni pertunjukan, musik, dan kuliner Nusantara.
Melalui deklarasi ini, PIM Amerika Serikat diharapkan menjadi wadah pemberdayaan perempuan diaspora yang mampu memperluas jejaring internasional, memperkuat peran keluarga, mendorong kepemimpinan perempuan, dan melestarikan budaya Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Gabriella Hasnan dan Imelda Budiman, PIM USA diharapkan mengembangkan program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan masyarakat Indonesia di Amerika Serikat dengan tanah air.







