Kampiunnews|Kupang – Inovasi Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat penanganan kegawatdaruratan di RSUD S.K. Lerik mendapat apresiasi dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta.
Inovasi tersebut bahkan dinilai layak dikembangkan menjadi inovasi nasional dan direplikasi di rumah sakit daerah lainnya di Indonesia karena menyangkut keselamatan pasien yang membutuhkan penanganan cepat tanpa terkendala persoalan administrasi.
Apresiasi itu muncul setelah Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mempresentasikan inovasi pelayanan kegawatdaruratan Pemerintah Kota Kupang dalam rangkaian KPPD Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung secara hybrid pada 2–12 September 2026.
Presentasi tersebut digelar dalam rangkaian penutupan KPPD di Aula Dwiwarna, Lantai 2 Gedung Panca Gatra Lemhannas RI, Jakarta. Program yang dipaparkan menjadi bagian dari rencana aksi sekaligus komitmen politik dr. Christian Widodo sebagai kepala daerah.
KPPD Angkatan IV Tahun 2026 diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP).
Dalam presentasinya, dr. Christian Widodo menjelaskan program kegawatdaruratan yang diperkuat dengan alokasi anggaran Rp3 miliar. Pemerintah Kota Kupang juga membangun instrumen pengambilan keputusan melalui command center agar penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Menurut dr. Christian Widodo, program tersebut bukan sekadar inovasi pelayanan kesehatan, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan ketika berada dalam kondisi kritis.
“Ini adalah komitmen yang akan kami penuhi dalam tiga tahun ke depan. Sebagai kepala daerah, saya memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelenggarakan pelayanan ini,” ujar dr. Christian Widodo.
Wali Kota Kupang mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi tersebut setelah dinilai memiliki inovasi dan gagasan terbaik dibandingkan peserta lainnya. Presentasi itu sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kemampuan kepala daerah dalam menerjemahkan gagasan menjadi program prioritas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., memberikan apresiasi terhadap presentasi Wali Kota Kupang.
Ace Hasan menilai narasi yang disampaikan dr. Christian Widodo memiliki keterkaitan yang kuat antara gagasan inovasi, implementasi program prioritas, dan rencana aksi kepala daerah.
“Narasi yang disampaikan Wali Kota Kupang itu excellent,” ujar Ace Hasan.
Menurutnya, terdapat sedikitnya tiga aspek penting dalam inovasi tersebut, yakni alur logika inovasi, implementasi program prioritas, serta komitmen dalam rencana aksi.
Ketiga aspek tersebut dinilai tidak berhenti pada konsep, tetapi telah diterjemahkan dalam program yang berjalan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Atas dasar itu, Lemhannas menilai inovasi Pemerintah Kota Kupang tersebut sebagai inovasi yang excellent.
Didorong Menjadi Inovasi Nasional
Apresiasi juga datang dari Direktorat Pendapatan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.
Pejabat tersebut mendorong agar inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di RSUD S.K. Lerik Kupang dikembangkan menjadi inovasi nasional dan dapat direplikasi oleh rumah sakit daerah lainnya di Indonesia.
Model tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan keputusan dan pelayanan dalam hitungan waktu.
Persoalan administrasi, menurutnya, tidak boleh menjadi penyebab tertundanya pelayanan bagi pasien dalam kondisi darurat.
“Inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang ini perlu didorong menjadi inovasi nasional dan dapat dipakai di rumah sakit-rumah sakit daerah lain di Indonesia, sehingga bisa lebih banyak menyelamatkan nyawa yang bertarung dengan waktu,” ujarnya.
“Jangan sampai ada nyawa yang hilang hanya karena masalah administrasi.”
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa inovasi Pemerintah Kota Kupang tidak hanya dinilai dari aspek tata kelola pemerintahan, tetapi juga dari dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program kegawatdaruratan tersebut melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem pelayanan publik.
Dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang yang telah bekerja menjalankan program tersebut, termasuk Dinas Sosial, BPJS, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, RSUD S.K. Lerik, Dinas Kesehatan, serta berbagai komponen lainnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan dapat memperoleh pelayanan tanpa terhambat persoalan administratif.
Wali Kota menegaskan keberhasilan program bukan hasil kerja satu perangkat daerah, melainkan buah dari kolaborasi seluruh ekosistem pelayanan Pemerintah Kota Kupang.
Ke depan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap berbagai program prioritas pemerintah.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan ke depan sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui apa yang dibuat pemerintah dan semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program prioritas dan inovasi yang kami jalankan,” katanya.
Presentasi dalam forum KPPD tersebut menjadi penegasan bahwa inovasi daerah dapat menjadi instrumen untuk menerjemahkan komitmen politik kepala daerah ke dalam kebijakan yang konkret, terukur, dan dirasakan langsung masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, program kegawatdaruratan bukan sekadar persoalan menyediakan anggaran. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang mampu mengambil keputusan secara cepat ketika keselamatan warga berada dalam situasi yang berpacu dengan waktu.







