Kampiunnews|Italia – Jay Idzes menjalani musim yang sangat menentukan dalam perjalanan karier profesionalnya di Eropa. Bek Tim Nasional Indonesia itu resmi bergabung dengan Sassuolo pada bursa transfer musim panas 2025 dan langsung merasakan ketatnya persaingan di Serie A Italia.
Pada awal kedatangannya, Jay Idzes belum langsung mendapat tempat utama di skuad. Ia sempat lebih sering mengawali laga dari bangku cadangan sambil beradaptasi dengan intensitas dan taktik sepak bola Italia. Namun, situasi tersebut berubah dalam waktu relatif singkat.
Dalam hitungan pekan, Jay Idzes berhasil membuktikan kualitasnya. Penampilan disiplin, kuat dalam duel, serta ketenangan membaca permainan membuatnya dipercaya sebagai pemain reguler di lini belakang Sassuolo. Konsistensi tersebut menjadi modal penting dalam persaingan ketat Serie A.
Performa solid Jay Idzes tidak hanya berdampak bagi klub, tetapi juga meningkatkan reputasinya di level internasional. Nilai pasarnya dilaporkan mengalami kenaikan signifikan seiring dengan menit bermain yang terus bertambah dan performa yang stabil.
Di level tim nasional, Jay Idzes kini menjelma sebagai salah satu pilar utama lini pertahanan Timnas Indonesia. Kepemimpinannya di lapangan, pengalaman bermain di Eropa, serta kemampuannya mengorganisasi lini belakang memberikan dampak positif bagi skuad Garuda dalam berbagai ajang internasional. Kehadiran Jay juga menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia untuk berani bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Penampilan impresif Jay Idzes bersama Sassuolo tak luput dari perhatian klub-klub besar Italia. Sejumlah tim papan atas dikabarkan mulai memantau situasinya dengan serius menjelang bursa transfer mendatang.
AC Milan menjadi salah satu peminat terdepan. Rossoneri tengah mengalami keterbatasan stok bek tengah dan membutuhkan tambahan defender yang tangguh serta konsisten. Bahkan, Milan disebut tertarik memboyong dua bek Sassuolo sekaligus, dengan Jay Idzes dan Tarik Muharemovic masuk dalam radar perekrutan.
Selain Milan, Inter Milan juga dikabarkan memantau perkembangan Jay Idzes. Nerazzurri mempertimbangkan sang bek sebagai bagian dari regenerasi lini belakang, seiring dengan minimnya menit bermain Stefan de Vrij di usia 33 tahun serta usia Francesco Acerbi yang kini menginjak 37 tahun.
Dengan performa yang terus menanjak di klub dan peran strategisnya di Timnas Indonesia, Jay Idzes kini berada di persimpangan penting kariernya—sebagai simbol keberhasilan pemain Indonesia menembus dan bersaing di level elite sepak bola Eropa.






