Kampiunnews|Kupang – Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Dojo se-Nusa Tenggara Timur (NTT) memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Kupang resmi dibuka di GOR Flobamora Oepoi Kupang, Jumat (19/6). Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari hingga 21 Juni 2026 ini diikuti ratusan atlet dari berbagai dojo di Kota Kupang dan sejumlah kabupaten di NTT.
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, S.H., yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Perkemi Kota Kupang terpilih.
Dalam sambutannya, Jeffry menegaskan bahwa Shorinji Kempo bukan sekadar cabang olahraga yang melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, serta semangat persaudaraan.
Ia mengaku telah menjadi bagian dari keluarga besar Shorinji Kempo sejak 1982 dan merasakan langsung bagaimana olahraga tersebut membentuk mental serta karakter para kenshi.
“Prestasi atlet-atlet Kempo NTT yang selama ini diraih merupakan buah dari komitmen, kerja keras, disiplin, dan doa yang terus dijaga dalam proses pembinaan,” ujarnya.
Jeffry juga mengenang perjuangan para atlet Kempo NTT yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan nasional meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Menurutnya, Kejuaraan Piala Wali Kota Kupang menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan dalam menghadapi berbagai event olahraga mendatang.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, disiplin, dan saling menghormati yang menjadi filosofi utama Shorinji Kempo.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Perkemi Provinsi NTT, George M. Hadjoh, S.H., mengatakan kejuaraan ini menjadi langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan Kempo NTT di tingkat nasional.
Ia mengenang keberhasilan Kota Kupang yang pernah meraih gelar juara umum Kejuaraan Antar Kota se-Indonesia tahun 2000 di Bogor serta dominasi atlet-atlet NTT pada berbagai kejuaraan nasional kategori junior dan remaja.
Menurut George, sejarah tersebut membuktikan bahwa NTT memiliki tradisi pembinaan atlet Kempo yang kuat dan berpeluang kembali menjadi salah satu kekuatan nasional, terlebih menjelang PON XXII Tahun 2028 saat NTT menjadi tuan rumah bersama.
“Kempo selama ini merupakan salah satu cabang olahraga penyumbang medali terbanyak bagi NTT. Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan pemerintah, prestasi tersebut harus terus dipertahankan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi serta mengajak seluruh atlet untuk memegang teguh nilai doa, disiplin, dan kerja keras sebagai kunci kesuksesan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Kejuaraan, Ignasius R. Lega, S.H., melaporkan bahwa kejuaraan mengusung tema “Melalui Kejuaraan Pelajar dan Mahasiswa Kita Lahirkan Kenshi Berprestasi Menuju POPDA 2026.”
Menurutnya, kejuaraan ini bertujuan mempersiapkan atlet-atlet pelapis Perkemi NTT menuju berbagai kejuaraan nasional dan internasional, sekaligus menjaring bibit atlet potensial yang diproyeksikan tampil pada POPDA 2026 dan PON XXII Tahun 2028.
Sebanyak 500 peserta, terdiri atas 468 atlet dan 32 manajer, mengikuti kejuaraan yang melibatkan 23 dojo dari enam kabupaten/kota di NTT, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Ngada, dan Sabu Raijua.
Pada kejuaraan ini dipertandingkan 73 nomor, terdiri atas 26 kelas randori dan 47 nomor embu, dengan total hadiah berupa 73 medali emas, 73 medali perak, dan 99 medali perunggu.
Ignasius berharap kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mempererat persaudaraan antar-kenshi di seluruh Nusa Tenggara Timur.
Turut hadir dalam pembukaan kejuaraan Ketua Umum Pengurus Perkemi Provinsi NTT beserta jajaran pengurus, para Asisten Sekretaris Daerah Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kota Kupang, pelatih, atlet, orang tua atlet, serta tamu undangan lainnya. (red_ton)






