Kampiunnews|Jakarta – Ikatan Alumni SDK Putra–Putri dan Donbosco Kupang yang tergabung dalam Ikatan Alumni PAPIDOS Kupang menggelar lomba lari 5 kilometer (PAPIDOS 5K) yang diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.
Lomba dilepas oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena yang juga alumni PAPIDOS dengan titik start dan finis di arena Car Free Day depan Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (13/12).
“Atletik, khususnya lari, merupakan olahraga yang sangat digandrungi masyarakat Kota Kupang. Kami berharap melalui event ini, Kota Kupang dapat melahirkan atlet-atlet andal sebagai penerus generasi emas NTT pada era Eduard Nabunome,” tegas Ketua Panitia PAPIDOS 5K, Achmad Buang.
Anderias Hiler Eduardus Nabunome akrab disapa Edo Nabunome merupakan atlet nasional Indonesia yang lahir dan tumbuh di Kota Kupang. Sejak usia muda, Edo menunjukkan bakat luar biasa pada nomor lari jarak menengah dan jauh. Ia meniti karier dari berbagai kejuaraan daerah dan nasional, sebelum menembus level internasional melalui pembinaan atletik yang disiplin dan konsisten.
Puncak karier internasional Edo terjadi saat ia berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas 1988 pada nomor 5.000 meter dan 10.000 meter. Di kawasan Asia Tenggara, namanya identik dengan dominasi nomor 10.000 meter putra setelah meraih medali emas SEA Games secara beruntun pada 1987, 1989, dan 1991.
Tak hanya berprestasi di lintasan, Edo juga menorehkan rekor nasional yang bertahan lama. Ia memegang rekor nasional lari 10 km (road) dengan catatan waktu 29 menit 25 detik sejak 1989, serta rekor maraton dengan waktu 2 jam 19 menit 18 detik sejak 1997. Rekor nasional half marathon juga dikuasainya selama 27 tahun, sebelum akhirnya dipecahkan Robi Syianturi pada 2024. Menariknya, Edo dan Robi sama-sama mencetak rekor nasional half marathon pada ajang yang sama, yakni Gold Coast Marathon, Australia, 2024.
Selepas masa aktif bertanding, kiprah Edo Nabunome terus berlanjut sebagai inspirasi dan rujukan pembinaan atlet lari di NTT. Dedikasi, etos kerja, dan prestasinya menjadi standar emas bagi generasi atlet muda daerah.
Dukungan Alumni dan Prestasi Atlet
Penyelenggaraan PAPIDOS 5K menjadi terobosan awal alumni SDK Donbosco Kupang dengan dukungan para alumni, antara lain Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, serta PASI NTT.
Pada kategori putra, Matius Wuli keluar sebagai juara pertama. Atlet NTT ini tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 NTB–NTT. “PAPIDOS 5K ini sangat bagus. Kami bisa mempersiapkan diri sekaligus mengukur hasil latihan selama ini,” ujarnya.
Matius juga mengapresiasi dukungan nyata pemerintah daerah, khususnya pembinaan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang dinilainya penting untuk mematangkan persiapan atlet lokal menuju level nasional.
Di kategori putri, atlet nasional Mathilda Bere tampil sebagai kampiun. Bersaing dengan ratusan peserta, gadis Timor yang akrab disapa Thilda itu sukses menembus garis finis dan meraih podium tertinggi. “Kemenangan ini terasa spesial karena persiapan saya sangat terbatas, hanya dua minggu. Puji Tuhan, saya bisa tampil baik dan meraih juara pertama,” ungkapnya.
Di tengah kesibukan, Thilda yang pernah tampil di PON Papua serta Aceh–Medan harus membagi waktu antara latihan dan tugasnya sebagai tenaga pendidik, termasuk menginput nilai ujian siswa. Prestasi terkininya adalah meraih Juara I internasional pada Dili Marathon.
Meski demikian, Thilda mengakui catatan waktunya sekitar 18 menit belum mencapai target pribadi 17 menit. “Untuk sekarang hasilnya belum maksimal karena persiapan masih terbagi. Namun ini menjadi motivasi ke depan,” ujarnya.
Keberhasilan Matius Wuli dan Mathilda Bere pada PAPIDOS 5K mengirimkan pesan kuat bahwa atlet-atlet NTT membutuhkan lebih banyak kompetisi sebagai tolok ukur pembinaan dan persiapan menuju PON NTB–NTT 2028.






