Kampiunnews|Kupang – Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat meresmikan gedung baru UPTD SD Inpres Oesapa, Senin (5/10/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Gedung baru tersebut juga menjadi babak penting bagi UPTD SD Inpres Oesapa yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai persoalan kerusakan bangunan, termasuk dampak badai Seroja pada 2021 serta kerusakan sejumlah ruang kelas pada 2025.
Menurut Christian, pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh dipandang hanya sebagai pembangunan fisik. Sekolah merupakan ruang penting bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan, membangun karakter, mengembangkan potensi, sekaligus menjaga cita-cita mereka.
“Di tengah efisiensi ini, Pemerintah Kota Kupang terus berusaha memperbaiki lingkungan pendidikan kita. Terima kasih kepada ibu kepala sekolah, para guru dan seluruh tenaga pendidik yang telah mengelola anggaran dengan baik dan bersama-sama menjaga sekolah ini,” ujar Christian.
Ia mengapresiasi jajaran sekolah, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan dan pembenahan fasilitas UPTD SD Inpres Oesapa.
Christian menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan proses belajar mengajar, tetapi juga oleh lingkungan tempat anak-anak bertumbuh.
“Sekolah, khususnya sekolah dasar, adalah tempat anak-anak mengenal disiplin untuk pertama kali. Belajar bertanggung jawab, belajar bersahabat dengan yang lain, belajar menghargai orang lain. Di sinilah tempatnya,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat dan aman. Menurutnya, pembangunan ruang kelas pada hakikatnya adalah pembangunan ruang tumbuh bagi generasi masa depan.
“Kita tidak hanya sedang membangun ruang kelas. Kita sedang membangun ruang tumbuh bagi masa depan Kota Kupang,” katanya.
Christian mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan, jumlah gedung, maupun besarnya infrastruktur yang dibangun. Kemajuan kota juga sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang tumbuh dan berkembang di dalamnya.
“Kalau kita ingin membangun kota yang maju, kita tidak cukup hanya membangun infrastrukturnya. Kita harus membangun manusianya melalui pendidikan, kesehatan, karakter, dan kehidupan sosial yang baik,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, pendidikan menjadi investasi strategis untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Anak-anak yang hari ini belajar di ruang kelas merupakan bagian dari generasi yang akan mengisi pembangunan Indonesia pada masa mendatang.
Karena itu, pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya.
Christian juga menitipkan pesan kepada para guru agar tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi ikut menjaga mimpi dan cita-cita anak-anak.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi apa saja di masa depan. Namun, mimpi tersebut perlu dirawat agar tidak hilang ketika mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan memiliki tugas penting untuk menjaga semangat, rasa percaya diri dan cita-cita anak agar tetap tumbuh seiring perjalanan mereka menuju masa dewasa.
“Tugas kita bukan hanya membuat anak-anak bermimpi, tetapi menjaga agar mereka tidak kehilangan mimpi itu ketika mereka tumbuh dewasa,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa, Restiana Embong, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa perjalanan pembangunan fasilitas sekolah tersebut berlangsung secara bertahap.
Pada awalnya, UPTD SD Inpres Oesapa memiliki enam ruang kelas. Pada 2013, sekolah memperoleh tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang UKS. Kemudian pada 2017 kembali dibangun empat ruang kelas serta satu perpustakaan.
Namun, fasilitas sekolah kemudian menghadapi sejumlah kerusakan. Pada 2021, beberapa bangunan terdampak badai Seroja. Setahun kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan perbaikan atap dan plafon.
Kerusakan kembali terjadi pada 2025 ketika sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat. Pemerintah kemudian kembali memberikan dukungan untuk mengganti dan memperbaiki fasilitas yang rusak hingga akhirnya gedung baru dapat diresmikan.
Restiana menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang atas perhatian terhadap keberlangsungan serta peningkatan kualitas pendidikan di UPTD SD Inpres Oesapa.
Pembangunan gedung baru tersebut diharapkan menyediakan ruang belajar yang lebih memadai sekaligus mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Peresmian turut dihadiri Pdt. Aksamina F.B. Banik-Selly, S.Th. dari GMIT Nasaret Oesapa Timur, perwakilan Kepala BPDAS Benain Noelmina Bayu Adrian Victorino, S.Hut., M.Si., perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Strategis NTT Victor Aprianus Nalle, S.T., perwakilan Polda NTT IPTU Berto Apelabi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang beserta jajaran, Manager Persemaian Fatukoa Antonius Malo Ki’I, S.P., Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa serta Koordinator Pengawas.







