Kampiunnews|Jakarta – Persib Bandung harus mengakui keunggulan tuan rumah Ratchaburi FC setelah takluk dengan skor 0-3 pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2. Pertandingan yang digelar di Stadion Dragon Solar Park, Rabu (11/02/2026), berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal.
Ratchaburi langsung menekan sejak kick-off dan berhasil membuka keunggulan cepat melalui Tana. Gol tersebut lahir dari serangan di sisi yang dikawal Alfeandra Dewangga, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persib. Keunggulan dini itu membuat tuan rumah semakin percaya diri dalam mengontrol tempo pertandingan.
Persib mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang sempat tercipta melalui skema permainan cepat dan kombinasi umpan pendek di lini tengah. Thom Haye mulai menemukan ritme permainan dan sempat membangun kerja sama apik dengan Barros dalam skema tiki-taka yang hampir membuahkan gol. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal dikonversi.
Memasuki pertengahan babak pertama, Ratchaburi kembali menunjukkan efektivitasnya. Melalui tekanan berkelanjutan, Gabriel Mutombo Kupa berhasil menggandakan keunggulan lewat sundulan memanfaatkan situasi bola mati. Kiper Teja Paku Alam sebenarnya mampu mengantisipasi arah bola, namun si kulit bundar tetap lolos dari penguasaannya dan masuk ke gawang.
Di babak kedua, Persib berupaya tampil lebih agresif. Dewangga mulai lebih aktif membantu serangan dan sempat menciptakan peluang yang nyaris berbuah assist. Namun, justru Ratchaburi yang kembali mencetak gol ketiga melalui Tana. Gol tersebut terjadi saat lini pertahanan Persib kehilangan koordinasi, dengan Federico Barba berada cukup jauh dari posisinya sehingga ruang di lini belakang terbuka lebar. Thom Haye juga terlambat mengawal pergerakan Tana yang dengan leluasa menuntaskan peluang.
Sepanjang pertandingan, Teja Paku Alam mencatatkan sedikitnya tiga penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih besar. Dua dari tiga gol yang bersarang di gawangnya tergolong sulit diantisipasi. Sementara itu, Federico Barba sempat melakukan penyelamatan krusial atas tendangan Denilson, meski harus menerima benturan keras di bagian kepala saat menghalau bola.
Pelatih Persib Bojan Hodak melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Adam Alis, Sadil Ramdani, dan Sergio Castel untuk menambah daya dobrak. Masuknya ketiga pemain tersebut sempat meningkatkan tekanan ke pertahanan Ratchaburi, namun hingga peluit panjang dibunyikan, Persib belum mampu memperkecil ketertinggalan.
Melihat tim kesayangannya takluk dari Ratchaburi FC, Bobotoh tetap menunjukkan perannya sebagai pendukung setia. Berbagai pesan dukungan pun membanjiri kolom komentar media sosial Persib Bandung, mulai dari nada optimistis hingga realistis.
Sebagian Bobotoh masih menaruh keyakinan besar pada peluang Persib untuk bangkit di leg kedua. “Nuhun PERSIB, semangat. Optimis, tidak ada yang tidak mungkin,” tulis akun @ad*** pada salah satu unggahan resmi Persib, menyemangati skuad Pangeran Biru agar mampu meraih kemenangan pada laga penentuan.
Nada serupa juga disampaikan akun @sa*** yang berharap Persib mampu membalas kekalahan saat bermain di kandang sendiri. “Badmood, tapi da bukan rezekinya. Semangat putaran ke-2 nanti, balas di GBLA. Semoga Persib menang,” tulisnya.
Namun demikian, tak sedikit pula Bobotoh yang menilai misi membalikkan keadaan bukan perkara mudah. Mengingat defisit tiga gol, beberapa pendukung menyampaikan keraguan. “Berat dibalas di Bandung kalau sudah 3-0,” tulis akun @ba**** dengan nada pesimistis.
Dengan beragam respons dan harapan dari Bobotoh tersebut, peluang Persib Bandung untuk membalikkan keadaan pada leg kedua melawan Ratchaburi FC pun menjadi sorotan. Mampukah Pangeran Biru menjawab tantangan dan harapan pendukungnya? Patut ditunggu.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi Maung Bandung jelang leg kedua. Persib dituntut tampil lebih solid dan efektif demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya dalam ajang AFC Champions League 2.





