Kampiunnews|Jakarta – Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2026/27 dengan catatan sempurna. Tiga pertandingan dilalui Macan Kemayoran dengan tiga kemenangan, menjadi modal penting untuk menjaga persaingan di papan atas.
Di balik start positif tersebut, Persija memiliki komposisi skuad yang semakin kompetitif di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Sembilan legiun asing menjadi bagian penting dalam upaya Macan Kemayoran menapaki ketatnya persaingan Super League.
Kesembilan pemain asing tersebut adalah Kerim Memija, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Fabio Calonego, Kyohei Yoshino, Stephan Loncar, Kwon Chang-hoon, Ivan Mamut, dan Alexander Jeremejeff.
Mereka datang dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa maupun Asia. Sejumlah pemain bahkan pernah tampil dalam atmosfer kompetisi internasional, mulai dari UEFA Conference League Qualifiers, Europa League Qualifying, hingga AFC Champions League.
Kwon Chang-hoon menjadi salah satu nama yang memiliki pengalaman bersama tim nasional. Gelandang asal Korea Selatan tersebut merupakan bagian dari skuad negaranya pada Piala Dunia 2018.
Namun, kekuatan Persija tidak hanya bertumpu pada pemain asing. Macan Kemayoran juga memiliki kedalaman pemain lokal yang dihuni sejumlah nama berpengalaman di level tim nasional.
Di antaranya Rizky Ridho Ramadhany, Nadeo Argawinata, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Rayhan Hannan, Shayne Pattynama, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Viktor Dethan. Sementara Fajar Faturrahman dan Rio Fahmi tercatat pernah memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Komposisi tersebut membuat Persija memiliki perpaduan pemain dengan pengalaman internasional dan talenta lokal yang sedang berkembang.
Kehadiran para pemain asing berpengalaman tidak dianggap sebagai ancaman bagi pemain lokal Persija. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas.
Bek Persija, Iham Rio Fahmi, mengaku keberadaan para pemain asing justru membuat persaingan internal semakin sehat.
“Bagi saya, banyaknya pemain asing di dalam tim justru membantu perkembangan pemain lokal. Kami bisa terus terpacu untuk bersaing dengan pemain asing yang sarat pengalaman,” kata Rio.
Bek 24 tahun kelahiran Banjarnegara itu juga memiliki tekad untuk terus mendekati level pemain asing, bahkan berusaha melewati kualitas mereka.
“Itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas individu, seperti kemampuan dribbling dan aspek permainan lainnya,” ujarnya.
Rio juga menyadari perkembangan sebagai pesepak bola tidak hanya ditentukan latihan di lapangan. Pola makan dan waktu istirahat menjadi bagian penting untuk menjaga performa.
“Selain itu, saya juga harus menjaga pola makan dan waktu istirahat agar bisa terus berkembang. Intinya, saya harus terus belajar untuk bisa menyamai, bahkan mengungguli kualitas pemain asing,” tuturnya.
Tiga Laga, Tiga Kemenangan
Start Persija bersama Shin Tae-yong semakin menarik perhatian setelah mencatatkan tiga kemenangan beruntun pada awal BRI Super League 2026/27.
Striker asal Kroasia, Ivan Mamut, menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen tim.
“Sebagai sebuah tim, kami berada di jalur yang tepat. Kami memenangkan ketiga pertandingan melawan tim-tim yang sangat tangguh,” ujar Ivan.
Menurutnya, Persija harus mempertahankan mentalitas tersebut sepanjang kompetisi.
“Kini, kami harus bersiap menghadapi setiap pertandingan berikutnya yang kami anggap sebagai pertandingan terakhir sehingga harus menang. Kami wajib mempertahankan pendekatan ini hingga akhir kompetisi,” katanya.
Meski belum selalu menjadi starter, Ivan tetap mampu memberikan kontribusi ketika dipercaya masuk dari bangku cadangan.
Salah satu momen penting terjadi saat Persija menghadapi Persib. Ivan masuk pada menit ke-79 dan hanya beberapa menit kemudian berhasil mencetak gol yang mengubah jalannya pertandingan.
Kontribusinya kembali terlihat ketika Persija menghadapi Java United FC. Masuk pada menit ke-77, Ivan ikut menjaga intensitas serangan hingga Macan Kemayoran mengamankan kemenangan 1-0.
“Saya berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya setiap menit saat berada di lapangan. Terkadang performa saya lebih baik, terkadang kurang maksimal, namun saya selalu ingin memberikan yang terbaik,” kata Ivan.
Gol ke gawang Persib juga memiliki arti khusus baginya.
“Gol kemenangan dalam laga melawan Persib itu sangat berarti bagi saya, terutama karena gol tersebut tercipta di menit-menit akhir dan memicu euforia luar biasa di stadion,” tuturnya.
Dengan perpaduan pemain asing berpengalaman dan pemain lokal yang terus berkembang, Persija kini memasuki fase penting untuk menjaga konsistensi. Di bawah Shin Tae-yong, persaingan internal skuad menjadi salah satu bagian dari proses membangun tim yang mampu bertahan dalam panjangnya kompetisi Super League 2026/27.







