Kampiunnews|Jakarta – PERURI, melalui Direktur Digital Business, Farah Fitria Rahmayanti, turut hadir sebagai pembicara dalam acara AI Innovation Summit 2025 yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Mengusung tema “AI for Sustainable Future – Bridging Innovation and Humanity”, summit ini membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berkelanjutan dan beretika.
Dalam kesempatan tersebut, PERURI menegaskan posisinya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia teknologi berkeamanan tinggi yang berkomitmen menjaga kedaulatan digital serta memperkuat ekosistem digital nasional di tengah pesatnya perkembangan AI.
Data dari IBM Report mengungkapkan bahwa 74% organisasi mengalami kebocoran data terkait AI pada tahun 2024, meningkat dari 67% pada tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh kurangnya kebijakan tata kelola AI yang memadai. Fakta ini menegaskan pentingnya regulasi, standar, dan panduan yang jelas agar AI dapat diadopsi secara aman sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.
Farah Fitria Rahmayanti menekankan bahwa penerapan prinsip Privacy by Design menjadi kunci utama dalam pengembangan teknologi berbasis AI. “Privasi tidak boleh diperlakukan sebagai fitur tambahan, melainkan harus hadir sejak tahap awal perancangan sistem. Analogi pentingnya, prinsip ini seperti sabuk pengaman yang dipasang pada mobil saat dirakit, bukan setelah kendaraan selesai dibuat. Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi risiko kebocoran data yang semakin meningkat seiring dengan masifnya adopsi AI,” jelas Farah.
Lebih lanjut, Farah memaparkan prinsip kedaulatan data di era generatif AI sebagai panduan praktis bagi organisasi dalam mengadopsi AI secara aman. Beberapa prinsip tersebut meliputi: Menerapkan Zero-Trust Data Input. Menggunakan layanan AI kelas enterprise dengan jaminan zero data retention. Melakukan anonimisasi data sensitif. Membangun panduan internal penyusunan prompt agar tidak memasukkan informasi rahasia.
Sebaliknya, praktik yang perlu dihindari antara lain: Penggunaan shadow AI oleh karyawan. Mengunggah dokumen internal secara penuh ke platform publik. Mengabaikan analisis kontrak dan syarat layanan. Membiarkan kerentanan terhadap serangan prompt injection.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, setiap layanan digital yang dikembangkan PERURI diarahkan tidak hanya menjadi produk yang nyaman dan stabil, tetapi juga aman. Tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem AI yang berkelanjutan dan beretika, sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Transformasi yang dijalani PERURI selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kompetensi dalam mengembangkan bisnis hingga menjadi fondasi kepercayaan digital Indonesia. PERURI percaya bahwa dengan fondasi regulasi yang kuat dan penguasaan teknologi AI yang mumpuni, dapat terbentuk ekosistem AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dipercaya sepenuhnya oleh masyarakat.






