Kampiunnews|Kupang – Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) NTT kembali menghadirkan Piala Wali Kota Kupang 2026, sebuah turnamen tenis yang diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan sekaligus menggairahkan kompetisi tenis di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung mulai Oktober 2026 tersebut menyediakan total hadiah Rp40 juta dan akan digelar di tiga lapangan tenis di Kota Kupang, salah satunya Lapangan Tenis Bulog NTT.
Ketua Panitia Piala Wali Kota Kupang 2026, Adibu Dally, mengatakan persiapan turnamen terus dimatangkan. Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Oktober dan berlangsung hingga 16 Oktober 2026, sementara pembukaan turnamen dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.
“Pelti NTT sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak Wali Kota dr. Christian Widodo dan Ibu Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis yang sangat concern mendukung pengembangan dan pembinaan olahraga tenis di Kota Kupang,” kata Adibu kepada wartawan di Lapangan Tenis Bulog NTT, Selasa (6/10/2026).
Menurut Adibu, dukungan Pemerintah Kota Kupang menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan tenis. Piala Wali Kota Kupang tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang perebutan hadiah, tetapi juga sebagai ruang bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding, mengukur kemampuan dan membangun mental kompetisi.
Pelti NTT Perkuat Pembinaan Atlet
Humas Pelti NTT, Fery Ndoen, mengatakan penyelenggaraan Piala Wali Kota Kupang 2026 menjadi bagian dari upaya Pelti NTT memperluas ruang kompetisi bagi atlet tenis, terutama para pemain muda.
Menurut Fery, keberadaan turnamen yang mempertemukan pemain dari berbagai kelompok usia dan kategori menjadi penting untuk menciptakan iklim kompetisi yang berkelanjutan. Semakin banyak event yang digelar, semakin besar pula kesempatan atlet memperoleh pengalaman dan meningkatkan kemampuan mereka.
Pelti NTT, lanjutnya, juga memberikan perhatian terhadap kategori junior karena pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Regenerasi harus dimulai sejak usia dini melalui latihan yang terarah dan kompetisi yang rutin.
Piala Wali Kota Kupang 2026 karena itu diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi salah satu tahapan dalam menemukan dan mengembangkan talenta-tenis muda yang nantinya dapat membawa nama Kota Kupang dan NTT pada kompetisi yang lebih tinggi.
Salah satu daya tarik Piala Wali Kota Kupang 2026 adalah variasi kategori pertandingan yang disiapkan panitia. Event ini mencakup kategori junior, ganda putra-putri intermediate, ganda putri open hingga kategori beregu open.
Adibu menjelaskan terdapat sejumlah kelompok usia junior yang akan dipertandingkan, termasuk kategori under 11–14 tahun putra-putri dan 15–18 tahun putra-putri.
“Jadi ada lima partai dari sembilan kelas, di antaranya under 11–14 tahun putra-putri, 15–18 tahun putra-putri, ganda putra-putri intermediate, dan perebutan Piala Bergilir di beregu open,” jelasnya.
Kehadiran kategori junior menjadi perhatian penting karena memberikan kesempatan kepada petenis muda Kota Kupang maupun daerah lain di NTT untuk mendapatkan jam terbang.
Bagi Pelti NTT, kompetisi usia dini menjadi bagian dari proses panjang pembinaan. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik, tetapi juga belajar menghadapi tekanan pertandingan, membangun sportivitas, disiplin dan mental bertanding.
Sementara kategori intermediate dan open memberikan ruang bagi pemain yang sudah memiliki pengalaman untuk menguji kemampuan sekaligus menjadi motivasi bagi pemain muda yang sedang berkembang.
Piala Wali Kota Kupang 2026 juga berpotensi memiliki nuansa internasional. Panitia saat ini masih melakukan komunikasi terkait kemungkinan keikutsertaan tim atau petenis dari Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL).
Adibu mengatakan pembicaraan tersebut masih berlangsung dan diharapkan memperoleh kepastian dalam waktu dekat.
“Masih dalam perbincangan. Semoga ada informasi yang lebih pasti pekan depan,” ujarnya.
Jika terealisasi, kehadiran petenis Timor-Leste akan menjadi nilai tambah bagi turnamen. Selain memberikan pengalaman baru bagi peserta, partisipasi tersebut dapat membuka ruang interaksi olahraga antara NTT dan Timor-Leste yang memiliki kedekatan geografis serta hubungan sosial dan budaya.
Untuk mendukung kelancaran pertandingan, panitia menyiapkan tiga lapangan tenis di Kota Kupang. Salah satunya adalah Lapangan Tenis Bulog NTT yang menjadi lokasi persiapan dan penyampaian informasi terkait turnamen.
Penggunaan tiga lapangan diharapkan membuat rangkaian pertandingan dapat berlangsung efektif sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti kompetisi sesuai kategori masing-masing.
Adibu mengatakan kesiapan teknis menjadi salah satu perhatian panitia agar Piala Wali Kota Kupang 2026 dapat berjalan tertib dan memberikan pengalaman pertandingan yang baik bagi seluruh peserta.
Humas Pelti NTT Fery Ndoen menekankan bahwa keberadaan event seperti Piala Wali Kota Kupang memiliki arti lebih luas bagi perkembangan olahraga tenis.
Turnamen menjadi ruang pertemuan antara atlet senior, pemain intermediate dan petenis junior. Dari kompetisi semacam ini, proses regenerasi dapat berjalan sekaligus menciptakan motivasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi.
Karena itu, Piala Wali Kota Kupang 2026 diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memiliki keberlanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Dengan total hadiah Rp40 juta, sembilan kelas pertandingan, kategori junior hingga open, serta peluang keikutsertaan petenis dari Timor-Leste, Piala Wali Kota Kupang 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara.
Lebih dari itu, turnamen ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem tenis yang lebih kuat, memperluas kompetisi dan menyiapkan regenerasi atlet tenis NTT.
Dukungan Pemerintah Kota Kupang, Pelti NTT, panitia, komunitas tenis, pelatih, orang tua dan seluruh pihak yang terlibat menjadi modal penting agar olahraga tenis semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari NTT.







