Kampiunnews|Sofifi – Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku Utara mulai memperkuat kiprahnya melalui aksi sosial dan program pemberdayaan masyarakat. Dipimpin Theresia Cristine Sangian, organisasi ini menempatkan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga, pelaku UMKM, sekaligus mitra strategis pembangunan daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa pembagian kebutuhan pokok rumah tangga kepada masyarakat di Sofifi dan sejumlah wilayah sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, sekaligus memperkenalkan PIM kepada masyarakat menjelang pengukuhan kepengurusan pada 20 November 2026 di Bela Hotel, Ternate.
Ketua PIM Maluku Utara, Theresia Cristine Sangian, yang akrab disapa Chyka, mengatakan kehadiran PIM bukan sekadar membentuk organisasi perempuan baru, melainkan membangun wadah yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dimulai dari persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ketahanan ekonomi keluarga, akses terhadap peluang usaha, peningkatan keterampilan, hingga terbukanya kesempatan pendidikan bagi generasi muda.
“Kami ingin kehadiran Perempuan Indonesia Maju di Maluku Utara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Organisasi ini tidak boleh hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi harus hadir, mendengar kebutuhan perempuan, dan ikut mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Chyka.
Ia menjelaskan, pembagian beras, minyak goreng, dan gula merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus langkah awal membangun kedekatan dengan masyarakat. PIM ingin memastikan bahwa agenda pemberdayaan perempuan berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan keluarga dan lingkungan sekitar.
Bantuan tersebut disalurkan di Kelurahan Sofifi dan Guraping, Kecamatan Oba Utara, serta sebelas desa di wilayah Kecamatan Oba, Oba Utara, dan Oba Selatan.
Antusiasme masyarakat menyambut kedatangan jajaran pengurus PIM di Sofifi menjadi dorongan bagi organisasi tersebut untuk memperluas kegiatan sosial dan membangun program yang berkelanjutan.
Chyka menegaskan, visi PIM Maluku Utara ke depan adalah mendorong perempuan agar semakin mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga. Karena itu, perempuan perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan keterampilan, membangun usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kemampuan mengelola keuangan.
“Bagi kami, perempuan maju bukan hanya perempuan yang aktif dalam organisasi, tetapi perempuan yang memiliki kesempatan untuk berkembang, mandiri secara ekonomi, mampu mengambil keputusan, dan ikut menentukan masa depan keluarganya,” katanya.
Ia menambahkan, Maluku Utara memiliki potensi ekonomi dan sumber daya lokal yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan perempuan. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan pelatihan, pendampingan usaha, akses pasar, dan kolaborasi dengan pemerintah maupun dunia usaha.
Chyka berharap PIM dapat menjadi jembatan bagi perempuan di perkotaan maupun wilayah desa untuk memperoleh akses terhadap berbagai peluang pemberdayaan.
“Perempuan di Maluku Utara memiliki potensi besar. Kita ingin potensi itu tidak berhenti sebagai kemampuan, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan penghasilan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor agar program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan sesaat. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat dibutuhkan untuk menciptakan program yang berkesinambungan.
Siapkan UMKM dan Beasiswa bagi Generasi Muda
Selain kegiatan sosial, PIM Maluku Utara menyiapkan agenda pameran UMKM dalam rangkaian pengukuhan kepengurusan pada 20 November 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, serta membuka peluang pemasaran. Chyka berharap UMKM yang dikelola perempuan dapat menjadi salah satu fokus pengembangan organisasi.
“UMKM harus menjadi salah satu pintu bagi perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Kami ingin pelaku usaha, khususnya perempuan, memiliki kesempatan memperkenalkan produknya, membangun jaringan, dan mendapatkan peluang untuk berkembang,” ungkapnya.
PIM Maluku Utara juga merencanakan kerja sama dengan President University untuk menjaring putra-putri terbaik daerah agar memperoleh kesempatan beasiswa. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Maluku Utara.
Chyka menyebut pendidikan merupakan bagian penting dari pemberdayaan karena perempuan dan generasi muda membutuhkan pengetahuan serta keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Kita perlu menyiapkan generasi muda Maluku Utara agar memiliki kesempatan belajar yang lebih baik. Jika rencana kerja sama beasiswa ini dapat direalisasikan, kami berharap semakin banyak anak daerah yang memperoleh kesempatan mengembangkan potensinya,” katanya.
Ia menambahkan, arahan dari Ketua Umum Lana T.Koentjoro, PIM ingin membangun gerakan yang tidak hanya menyasar perempuan dewasa, tetapi juga memberi perhatian kepada generasi muda sebagai calon pemimpin dan penggerak pembangunan daerah.
Pengukuhan PIM Maluku Utara dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026 di Bela Hotel, Ternate, dengan rencana dipimpin Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos telah menyatakan kesediaannya untuk menyaksikan pengukuhan tersebut.
Bagi Chyka, momentum pengukuhan bukan sekadar pengesahan kepengurusan, melainkan awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menerjemahkan visi PIM ke dalam program yang terukur.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat peran organisasi perempuan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pengembangan kapasitas masyarakat.
“Kami ingin PIM menjadi rumah bersama bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, saling menguatkan, dan menciptakan peluang. Keberhasilan organisasi ini nantinya harus terlihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama perempuan dan keluarga yang membutuhkan dukungan,” tegasnya.
Chyka juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung di Sofifi pada malam 11 Oktober 2026.
Melalui kegiatan sosial, pengembangan UMKM, dan rencana beasiswa, PIM Maluku Utara berharap dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah sekaligus memperluas kesempatan bagi perempuan untuk berperan sebagai pelaku perubahan.







