Kampiunnews|Gorontalo – Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan nasional melalui penguatan ekonomi biru saat melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo, Sabtu (09/05/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, sekaligus berdialog dengan ratusan nelayan dan masyarakat pesisir.
Kunjungan Presiden ke Gorontalo menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan laut, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mempercepat pembangunan ekonomi maritim Indonesia berbasis potensi kelautan nasional. Kehadiran Kepala Negara disambut antusias masyarakat yang berharap program ekonomi biru mampu membawa perubahan nyata bagi kehidupan nelayan di daerah pesisir.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang sangat besar dan harus dikelola secara optimal demi kepentingan rakyat.
“Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini sangat penting, ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, kita harus bersyukur dan sekarang harus besar-besaran investasi,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa sektor kelautan menjadi bagian strategis dalam memperkuat kemandirian bangsa. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan harus diikuti dengan penguatan sektor perikanan agar nelayan menjadi pelaku utama ekonomi nasional di wilayah pesisir.
“Kita sangat dihormati karena sekarang sudah swasembada pangan, swasembada beras, swasembada jagung, dan banyak lagi. Kita tidak perlu impor pangan lagi dari luar dan para nelayan punya jasa besar. Karena itu kita ingin memperkuat peran nelayan kita,” imbuh Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut mengumumkan program pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan mulai direalisasikan tahun ini. Kapal-kapal tersebut nantinya akan dikelola melalui koperasi nelayan sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional.
“Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita bantu dan kita bagi kapal-kapal itu. Nelayan dengan keluarganya membentuk koperasi, nanti diatur apakah 30 nelayan satu koperasi atau bagaimana. Kapalnya ada yang kecil, menengah, sampai kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, tapi rakyat kita sendiri,” tegas Presiden.
Program tersebut diyakini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di berbagai daerah, termasuk kawasan timur Indonesia.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan sektor kelautan akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
“Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin mereka senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” pungkas Presiden.






