Kampiunnews|Jakarta – Perpindahan pemain-pemain naturalisasi ke kompetisi domestik BRI Super League memunculkan beragam respons publik. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai indikator meningkatnya kualitas liga nasional. Namun di sisi lain, muncul anggapan bahwa bermain di liga lokal merupakan kemunduran dalam perjalanan karier pemain yang sebelumnya berkiprah di Eropa.
Menanggapi dinamika tersebut, mantan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menilai keputusan pemain naturalisasi untuk berkarier di BRI Super League bukanlah sebuah persoalan.
“Tidak masalah, yang penting masing-masing pemain berusaha keras di timnya,” ujar Shin Tae-yong saat ditemui dalam jumpa pers bersama merek sampo anti-ketombe Clear di Jakarta Selatan, Jumat.
Pada musim ini, tercatat tujuh pemain timnas senior memilih melanjutkan karier di Super League. Mereka memperkuat sejumlah klub papan atas, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Dewa United Banten FC.
Persib mendatangkan Thom Haye dan Eliano Reijnders. Persija diperkuat Jordi Amat, Shayne Pattynama, serta Mauro Zijlstra. Sementara itu, Rafael Struick dan Ivar Jenner memilih bergabung dengan Dewa United.
Dari tujuh pemain tersebut, tiga di antaranya merupakan pendatang baru pada putaran kedua kompetisi, yakni Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra di Persija, serta Ivar Jenner di Dewa United.
Sebagian besar pemain tersebut hijrah dari Belanda. Thom Haye sebelumnya membela Almere City, Eliano Reijnders dari PEC Zwolle, Mauro Zijlstra dari FC Volendam, dan Ivar Jenner dari FC Utrecht.
Selain pemain timnas senior, sejumlah pemain Garuda Muda juga melanjutkan karier di kompetisi domestik, di antaranya Jens Raven yang bergabung dengan Bali United serta Dion Markx bersama Persib.
Kehadiran para pemain naturalisasi ini kembali memantik perdebatan. Sebagian kalangan menyambut positif karena dianggap membuktikan peningkatan daya saing kompetisi lokal. Namun, tidak sedikit pula yang menilai langkah tersebut sebagai penurunan level karier pemain.
Di sisi lain, muncul pula narasi bahwa kehadiran pemain-pemain naturalisasi di liga domestik dapat memperkuat persiapan timnas Indonesia menghadapi Piala ASEAN 2026 yang akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Dalam turnamen tersebut, Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Vietnam, Singapura, serta pemenang babak playoff antara Timor Leste dan Brunei Darussalam. Hingga kini, Indonesia belum pernah menjuarai ajang tersebut. Prestasi terbaik Garuda adalah enam kali menjadi runner-up, termasuk pada edisi 2021–2022 di Malaysia saat tim nasional masih diasuh oleh Shin Tae-yong.






