Kampiunnews | Atambua – Manejer Akademi Sepakbola Bola Bintang Timur, Atambua (BeTA) Serena Cosgrova Francis, disela aktivitasnya di tapal batas RI – Timor Leste, mengaku tengah memantau 3 pemain muda BeTA yang sedang mempersiapkan diri menuju Aspire Academy Qatar dan Traning Camp & Barcelona Footbal Festival.
Glend Saputra Bili dan Juliandro Steyer Alfons adalah dua pemain BeTA yang terjaring dalam skuad Akademi Garuda Nusantara yang akan dikirim ke Aspire Academy Qatar. Keduanya bersama 34 pemain hasil telescouting Nusantara Open Piala Prabowo Subianto tahun 2022.

Sementara Gerald Satria Bili pemain terbaik Soreatin Cup U-15 region NTT terpilih memperkuat tim Indonesia yang akan diberangkatkan ke ajang Barcelona Football Festival di Salao, Barcelona, Spanyol, tanggal 22 – 28 Mei 2023. Keberangkatan tim ini merupakan kolaborasi Akademi/Diklat sepak bola usia muda, Imran Soccer Academy, Lombok FC (NTB), Bintang Timur Soccer School Atambua (NTT). Tim ini akan dipimpin tim maneger, Rannya Agustyara Kristiono, Serena Cosgrova Francis dan M.Daffa Imran.
Pengiriman pemain muda ke luar negeri menjadi kesempatan bagi talenta muda khusunya putera daerah untuk meningkatkan kemampuan mereka dan tentunya ini kesempatan langka.
Oleh sebab itu, Serena juga mengaku akan memantau langsung persiapan pemain BeTA Atambua yang mendapat kesempatan menimba ilmu di luar negeri.
“Jadi pemain-pemain Bintang Timur yang akan bermain dan berlatih di Eropa dan Qatar, terus saya pantau persiapannya. Banyak pemain BeTA yang punya skill mumpuni, mudah-mudahan ke depan kami bisa mengirim lebih banyak lagi pemain ke luar negeri.” tegas Rena begitu Serena disapa.
Kebetulan ketiga pemain ini hasil pembinaan coach Berth Pentury pelatih berpaspor Belanda. Opa Bert begitu lelaki paruh baya yang menghabiskan waktunya di lapangan hijau, sangat memahami kemauan anak-anak BeTA. Maklum Opa Berth sudah lebih dari 6 tahun melatih di SSB Bintang Timur, lanjut Rena.
Ditemui di lapangan SSB Bintang Timur Matius T.Bili dan Arny Dahoklory, orang tua Glend dan Gerald tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas upaya manejemen Bintang Timur dalam mengorbitkan anak-anak dari batas negara RI-Timor Leste.
“Kami tidak bisa membayangkan, apa jadinya anak-anak ini jika tidak ada SSB Bintang Timur di Atambua. Terima kasih, Pak Fary Francis dan Nona Serena yang begitu getol membina pemain di grassroot pedalaman NTT.” ujar Matius anggota Tri Barata di wilayah kabupaten Belu.
Sementara Bucek Alfons dan Yosiandel Fernanda Roman orang tua dari Sandro, begitu Juliandro Steyer Alfons disapa, turut mengapresiasi keberhasilan BeTA dalam mengorbitkan anak-anak Atambua ke tingkat nasional.
“Kami orang tua selalu mendukung dari belakang. Yang tahu tentang kemampuan anak-anak tentunya pelatih dan Manejer Nona Serena. Bintang Timur sudah membuka jalan bagi anak berkakrier di sepak bola. Berharap dari sini bisa lahir pemain timnas, itu harapan kami masyarakat Belu. Tangan dingin dan totalitas Pak Fary sudah banyak melahirkan pemain berbakat. Lewat BeTA banyak pemain yang dapat kemudahan meniti karier di luar sepak bola, seperti TNI dan ANS. Semoga generasi Glend, Sandro, Gerald, ada yang bisa berlabuh di Timnas Indonesia.” harap Yosiandel Fernanda Roman yang setiap hari mengantarkan anak-anaknya berlatih di lapangan SSB Bintang Timur.






