Kampiunnews|Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa kreativitas anak muda harus mampu menghasilkan nilai ekonomi, bukan sekadar menjadi karya atau aktivitas komunitas. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan ruang kreatif sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide, menghasilkan karya, dan membuka peluang usaha.
Penegasan tersebut disampaikan Serena saat meninjau progres pembangunan ruang kreatif di Kantor Dinas Pariwisata Kota Kupang, Kamis (22/10/2026). Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi sekaligus memperluas kesempatan memperoleh penghasilan.
“Dari sini kita membuat satu ruang dan juga wadah sehingga anak-anak muda juga bisa punya ruang untuk menjual itu sebagai nilai tambahan ekonomi mereka,” ujar Serena.
Menurutnya, anak muda Kota Kupang memiliki potensi besar di berbagai bidang, mulai dari desain grafis, seni, film, hingga pengembangan produk berbasis budaya lokal. Potensi tersebut perlu didukung dengan ruang, fasilitas, dan kesempatan agar dapat berkembang menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai jual.
Serena menekankan, penyediaan ruang kreatif merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama dirinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda.
Baginya, tantangan pengembangan ekonomi kreatif bukan hanya mendorong anak muda agar berani berkarya, tetapi juga membantu mereka mengubah kreativitas menjadi sumber pendapatan. Karya yang dihasilkan harus memiliki peluang untuk dipasarkan, menjangkau konsumen, dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Karena itu, ruang kreatif ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas, seperti pelatihan, lokakarya, pameran karya, serta kolaborasi antarkomunitas. Dengan kapasitas hingga 100 orang, fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat bertukar gagasan, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, dan membuka peluang kerja sama.
Dalam peninjauan itu, Serena didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, S.E., M.AP.; Kepala Bidang Destinasi, Esteria N. Zacharias, S.STP., M.Tr.IP.; Kepala Bidang Pemasaran, Inda Khristin Dethan, S.E., M.Ec.Dev.; serta Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maria Magdalena Loudoe, S.Sos., M.M.
Ruang kreatif tersebut memanfaatkan kembali ruangan di lingkungan Dinas Pariwisata yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan barang-barang tidak terpakai. Pengalihfungsian ini menjadi upaya memaksimalkan aset pemerintah agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Serena berharap, keberadaan fasilitas tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi diikuti kegiatan produktif dan pemanfaatan secara berkelanjutan. Keterlibatan komunitas menjadi penting agar ruang kreatif benar-benar hidup dan mampu menjawab kebutuhan anak muda dalam mengembangkan karya serta usaha.
Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, keterampilan, dan peluang pasar. Dengan dukungan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi.
Melalui pengembangan ruang kreatif, Pemkot Kupang mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Serena berharap anak muda dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan melalui inovasi dan karya yang memiliki nilai tambah.







