Kampiunnews|Medan – Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) atau Gereja Kristen Protestan Nias terus memperkuat pelayanan, kemandirian jemaat, serta pengembangan organisasi untuk menjawab tantangan pelayanan gereja di masa depan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Sidang Majelis Sinode Lengkap X Gereja ONKP yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 18–19 September 2026.
Sidang Majelis Sinode Lengkap X ini menjadi momentum penting bagi pimpinan dan perangkat sinode untuk mengevaluasi pelayanan, memperkuat koordinasi organisasi, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan Gereja ONKP.
Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Pusat Sinode ONKP, yang terdiri atas Badan Pekerja Harian (BPH), Badan Perwakilan Majelis Sinode (BPMS), Badan Pertimbangan Sinode (BPS), Tim Verifikasi Keuangan, serta Steering Committee Panitia Sidang Sinode Raya yang dijadwalkan berlangsung pada April 2027.
Kehadiran berbagai unsur pimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi dan mempersiapkan agenda strategis gereja ke depan.
Antoni Silitonga Apresiasi Kemajuan ONKP
Di sela-sela pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Lengkap X, anggota BPMS Faahakhododo Maruhawa bersama Pdt. Budieli Hia, S.Th., M.Th., dan Pdt. Kharismawati Maru’ao, S.Th., M.M., melakukan audiensi dengan Antoni Silitonga, salah seorang Anggota Dewan Pembina Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerindra.
Dalam pertemuan tersebut, Anton Silitonga menyampaikan perhatian dan pandangannya terhadap perkembangan serta kemajuan Gereja ONKP, khususnya dalam memperluas jangkauan pelayanan dan memperkuat keberadaan gereja di tingkat nasional.
Menurut Antoni, salah satu perkembangan penting yang patut diapresiasi adalah kehadiran kantor perwakilan Sinode ONKP di Jakarta.
Keberadaan kantor perwakilan tersebut dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi Gereja ONKP untuk membangun komunikasi, memperkuat jejaring, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Antoni juga menaruh perhatian pada pentingnya penguatan kemandirian warga jemaat dan peningkatan kualitas pelayanan para pendeta sebagai bagian dari fondasi kemajuan gereja.
Dengan penguatan kelembagaan dan pelayanan yang berkelanjutan, Gereja ONKP diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan rohani dan sosial masyarakat, sekaligus memperluas kontribusinya bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Sementara itu, Faahakhododo Maruhawa yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat GEKIRA mengapresiasi pandangan dan saran yang disampaikan Anton Silitonga.
Faahakhododo menyatakan sepaham dengan pentingnya mendorong kemajuan Gereja ONKP melalui penguatan organisasi, kemandirian jemaat, serta peningkatan semangat pelayanan para pendeta.
Menurutnya, kemajuan gereja tidak hanya diukur dari perkembangan organisasi dan keberadaan sarana kelembagaan, tetapi juga dari kemampuan warga jemaat untuk semakin mandiri dan berpartisipasi aktif dalam mendukung pelayanan.
“Terlebih yang berkaitan mengenai kemajuan gereja, termasuk kemandirian warga jemaat serta semangat optimal bagi pelayanan dari para pendeta,” tegas Faahakhododo Maruhawa, yang juga mendapat dukungan dari anggota BPMS lainnya.
Ia berharap, melalui Sidang Majelis Sinode Lengkap X, Gereja ONKP semakin memperkuat kebersamaan seluruh unsur pelayanan dan menghasilkan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata bagi pertumbuhan gereja.
Sidang ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Sidang Sinode Raya pada April 2027, dengan harapan seluruh perangkat organisasi dapat semakin solid dalam menjalankan tugas pelayanan dan membangun masa depan Gereja ONKP.







