Kampiunnews|Kupang – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya meninggalkan dampak bagi warga di daerah terdampak, tetapi juga dirasakan para mahasiswa asal Flores yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kupang menunjukkan solidaritas dan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 342 mahasiswa asal Flores yang keluarga mereka terdampak gempa.
Bantuan tersebut diserahkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (25/9/2026), sebagai bentuk dukungan agar para mahasiswa tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melanjutkan pendidikan di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarga mereka di kampung halaman.
Langkah ini menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama warga NTT, bahwa mahasiswa yang sedang berjuang menuntut ilmu di Kota Kupang tidak sendirian menghadapi dampak bencana yang menimpa keluarga mereka.
Penyerahan bantuan mewakili Pemerintah Kota Kupang dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., didampingi Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.M., serta perwakilan manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Kupang, Inang Indramayu.
Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kupang melalui Bappeda, PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Kupang, serta organisasi kepemudaan mahasiswa NTT.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video pesan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir secara langsung.
Christian Widodo: Hati Saya Bersama Adik-Adik Mahasiswa
Dalam pesannya, Wali Kota Kupang menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang turut merasakan kondisi yang dialami para mahasiswa akibat gempa yang melanda Flores.
“Mohon maaf saya tidak bisa hadir di acara penyerahan bantuan, tapi hati saya bersama adik-adik sekalian,” ujar dr. Christian.
Ia memahami bahwa bencana yang menimpa keluarga di Flores berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang, terutama ketika dukungan finansial dari orang tua mengalami hambatan.
“Mungkin adik-adik terhambat kiriman dari orang tua. Semoga sedikit bantuan ini bisa membantu adik-adik,” katanya.
Christian berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari para mahasiswa sekaligus memberikan semangat agar mereka tetap fokus menjalani pendidikan.
Menurutnya, kepedulian terhadap mahasiswa yang terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan meskipun keluarga sedang menghadapi kesulitan.
Mewakili Wali Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega mengatakan bantuan yang disalurkan mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi mahasiswa dan keluarga mereka akibat gempa.
Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut memiliki makna yang lebih luas, yakni sebagai tanda kehadiran dan kepedulian pemerintah serta masyarakat terhadap mahasiswa yang berada jauh dari daerah asal.
“Lebih dari itu, terimalah bantuan ini sebagai tanda bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap kalian,” ujar Ignasius.
Ia menambahkan, pembangunan tidak semata-mata diukur melalui pembangunan infrastruktur atau pengelolaan anggaran, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Pembangunan bukan hanya soal membangun gedung atau mengelola angka-angka dalam anggaran, tetapi pembangunan juga berarti membangun kepedulian,” katanya.
Ignasius turut menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Kota Kupang, PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Kupang, serta organisasi kepemudaan mahasiswa NTT yang terlibat dalam proses pendataan hingga penyaluran bantuan.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bukti bahwa solidaritas dapat diwujudkan melalui langkah konkret untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, menjelaskan bahwa program bantuan kemanusiaan tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Wali Kota Kupang.
Proses pendataan penerima manfaat dilakukan bersama enam organisasi kepemudaan mahasiswa, yakni PMKRI, GMNI, GMKI, HMI, PMII, dan IMM.
Melalui proses pendataan tersebut, ditetapkan sebanyak 342 mahasiswa sebagai penerima bantuan kemanusiaan bagi mahasiswa asal Flores yang keluarganya terdampak gempa.
Wildrian menjelaskan, bantuan merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Kupang dan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Kupang.
Alfamart memberikan dukungan berupa paket bantuan, sementara Pemerintah Kota Kupang melengkapi kebutuhan lainnya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para mahasiswa.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan akibat dampak bencana yang dialami keluarga mereka.
Pemerintah Kota Kupang berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi sementara, tetapi juga memberikan kekuatan dan motivasi bagi para mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Melalui solidaritas lintas lembaga dan organisasi mahasiswa, Pemkot Kupang menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban gempa Flores tidak berhenti pada masyarakat yang berada di wilayah bencana, tetapi juga menjangkau keluarga dan mahasiswa yang sedang berjuang menata masa depan di Kota Kupang.







