Kampiunnews|Jakarta – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) memastikan bahwa langkah perampingan jumlah BUMN akan terus berjalan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa proses tersebut dilakukan secara terukur dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Program perampingan jumlah BUMN tetap berjalan. Namun tentu semua stakeholder dilibatkan. Karyawan juga harus menjadi pusat perhatian, karena mereka adalah ujung tombak transformasi,” ujar Tedi, dikutip dari Antara saat menghadiri peluncuran Pameran Jurnalistik dan Buku Haluan Merah Putih di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa pengurangan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi 200 entitas merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, terutama dalam rasio laba terhadap total aset (return on asset/RoA).
Menurut Tedi, arahan Presiden Prabowo mencerminkan tekad kuat untuk mendorong BUMN bertransformasi menjadi lebih sehat, kompetitif, dan berkontribusi besar bagi perekonomian nasional.
“Harapan besar pemerintah, khususnya dari Pak Prabowo, adalah agar BUMN semakin baik kinerjanya, lebih maju, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, BUMN tidak hanya dituntut memberikan kontribusi finansial, tetapi juga manfaat sosial yang nyata bagi publik. “Itu adalah amanah dari Presiden. Karena itu, karyawan BUMN harus memahami bahwa tanggung jawab ini juga tercermin dalam target kinerja (KPI) mereka. Kinerja individu dan organisasi harus semakin baik,” imbuh Tedi.
Selain memperkuat kinerja, Tedi menekankan pentingnya setiap BUMN kembali fokus pada bisnis inti (core business) agar pengelolaan lebih efisien dan berdaya saing.
Dua pekan sebelumnya, Presiden Prabowo telah menugaskan CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, untuk melaksanakan rasionalisasi BUMN. “Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk melakukan rasionalisasi, memangkas dari sekitar 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200 hingga 240 entitas,” kata Presiden Prabowo.
Presiden juga meminta agar pengelolaan BUMN dijalankan dengan standar bisnis internasional, termasuk perekrutan talenta terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri. Langkah ini diharapkan menjadikan BUMN lebih efisien, transparan, dan berdaya saing global.
Melalui upaya transformasi tersebut, Presiden optimistis rasio RoA BUMN yang sebelumnya berada di kisaran 1–2 persen dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.






