Kampiunnews | Jakarta – Briptu Renita Rismayanti menerima penghargaan United Nations Women Police of the year award (Polwan Terbaik PBB) di markas PBB, New York, belum lama ini.
Penghargaan Ini menjadi prestasi tingkat internasional Polwan Polri pertama setelah 12 tahun.
Briptu Renita Rismayanti menjabat sebagai Petugas Polisi Individu (IPO) Polri yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah (MINUCA).
Polwan 27 tahun itu bertugas membantu mengkonseptualisasikan dan mengembangkan basis data kriminal yang memungkinkan Polisi PBB untuk memetakan serta menganalisis hotspot kejahatan dan kekacauan yang pada gilirannya membantu pasukan keamanan negara untuk merencanakan operasi mereka dengan lebih baik dalam mendukung penduduk setempat.
“Dia (Renita) berfungsi sebagai contoh yang bagus tentang bagaimana partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam pemeliharaan perdamaian meningkatkan efektivitas pekerjaan perlindungan dan pembangunan perdamaian kita untuk lebih memenuhi tantangan hari ini dan besok,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jean-Pierre Lacroix.
Sementara itu, penasihat Polisi PBB Faisal Shahkar mengungkapkan masa depan kepolisian PBB semakin terbantu atas kerja Briptu Renita.
Menurut dia, kontribusi Briptu Renita dalam tugasnya membuktikan bahwa bukan hanya laki-laki, tapi polisi perempuan juga bisa menciptakan gagasan baru berbasis teknologi.
“Dia dan rekan-rekannya membantu membangun kepercayaan antara otoritas lokal dan komunitas, yang membuat pekerjaan Polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa lebih efektif dan orang-orang lebih aman,” jelas Faisal.
Briptu Renita sendiri merasa beruntung bisa menggunakan keahlian di bidang teknologi yang dimilikinya untuk meningkatkan keamanan bagi orang-orang di seluruh Republik Afrika Tengah.
“Saya berharap visibilitas yang datang dari memenangkan penghargaan ini akan memperkuat di antara perempuan dan anak perempuan bahwa semua bidang keahlian dalam kepolisian terbuka untuk kita,” ungkap Renita dalam video yang dibagikan DivHumas Polri.
Briptu Renita juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Kepolisian RI. Ia berharap penghargaan yang diraihnya dapat memotivasi dirinya sendiri dan rekan-rekannya untuk terus berkembang demi memajukan Polri.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah mendukung saya dalam misi PBB ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kadiv Hubinter Polri atas seluruh dukungan dan bimbingan kepada saya,” tutup Briptu Renita.
Profil Renita
Briptu Renita Rismayanti ternyata lahir di Magelang pada 28 Oktober 1996. Usianya baru 27 tahun.
Semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki ketertarikan terhadap persoalan luar negeri dan bahasa asing.
Hal inilah yang membuat dirinya bercita-cita ingin menjadi diplomat tanah air.
Keinginannya semakin terlihat meski dirinya memutuskan mendaftarkan diri sebagai polisi wanita (polwan).
Menjadi seorang polwan tak menutup keinginan Renita Rismayanti untuk bekerja di luar negeri sebagai anggota misi perdamaian PBB.
Awalnya, Renita Rismayanti mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto dan berhasil lulus pada tahun 2014.
Saat bertugas, kota kelahirannya, Magelang menjadi tempat pertama betugas. Tak selang beberapa tahun, ia pun dipindahkan di PID Bid Humas Polda Jawa Tengah pada bulan Mei 2015.
Pernah bekerja di bidang administrasi, pelatihan, dan logistik serta kemampuannya berbahasa Inggris membuat ia ditugaskan ke luar negeri.
Ia lalu bekerja di bidang pelatihan, administrasi, dan logistik.
Di Indonesia, Renita tergabung ke dalam Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) yang dipimpin oleh Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Krishna Murti.
Renita dikenal memiliki kemampuan dalam berbahasa daerah dan asing.
Dia juga memiliki kemampuan di bidang teknologi dan data pengembangan desain dan basis data kriminal dan gangguan publik.
Briptu Renita Rismayanti lalu ditugaskan menjadi Petugas Basis Data Kriminal (Crime Database Officer) di Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).
Dalam perannya itu, Briptu Renita membantu mengkonsep hingga mengembangkan basis data kriminal.
Ini memungkinkan Polisi PBB untuk memetakan dan menganalisis hotspot kejahatan dan kekacauan yang, pada gilirannya, membantu pasukan keamanan negara untuk merencanakan operasi mereka dengan lebih baik dalam mendukung penduduk setempat.






