Kampiunnews | Jakarta – Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 26 Januari 2024. PM Xanana Gusmao beserta delegasi tiba di Istana Bogor sekitar pukul 09.00 WIB, diiringi oleh pasukan Nusantara, pasukan berkuda, dan korps musik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Usai disambut Presiden Jokowi, prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan resmi dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan kedua negara dan diiringi dentuman meriam sebanyak 19 kali. Setelah itu, kedua pemimpin kemudian melakukan inspeksi pasukan kehormatan, dilanjutkan dengan menyaksikan parade pasukan yang melintas di hadapan keduanya.
Kedua pemimpin selanjutnya memperkenalkan delegasi dari masing-masing negara yang turut hadir mengikuti upacara. Delegasi Indonesia yang hadir yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste Okto Dorinus Manik, dan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani.
Sementara itu, delegasi Timor-Leste yang hadir yakni Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Bendito dos Santos Freitas, Menteri Transportasi dan Komunikasi Miguel Marques Goncalves Manetelu, Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Gastao Francisco de Sousa, Sekretaris Negara untuk Komunikasi Sosial Expedito Dias Ximenes, Kepala Staf Perdana Menteri Elizabeth Gouveia Leite Exposto, Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia Agostinho Simao Barreto, Ketua Konsultasi Pejabat Senior Timor-Leste Roberto Sarmento de Oliveira Soares, dan Dirjen Hubungan Bilateral Asia Oseania Marcos dos Reis da Costa.
Setelah saling memperkenalkan delegasi masing-masing, Presiden Jokowi kemudian mengajak PM Xanana Gusmao untuk berfoto bersama dan menandatangani buku tamu kenegaraan di Ruang Teratai, Istana Bogor. Presiden Jokowi dan PM Xanana Gusmao kemudian menuju veranda untuk berbincang sejenak sebelum melakukan penanaman pohon Merawan (Hopea odorata) bersama.
Kedua pemimpin kemudian mengadakan pertemuan bilateral di Ruang Oval. Dalam sambutan pembukanya, Presiden Jokowi merasa senang dapat bertemu kembali dengan PM Xanana Gusmao dan meyakini kunjungan tersebut makin meningkatkan hubungan kedua negara.
“Kunjungan ini menunjukkan makin kokohnya hubungan kedua negara kita, Indonesia dan Timor-Leste,” ujar Presiden Jokowi.
Usai pertemuan bilateral, kedua pemimpin menyaksikan pertukaran sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua negara, yaitu nota kesepahaman dalam bidang pengembangan infrastruktur dan nota kesepahaman dalam bidang komunikasi dan informatika.
Sepakat Dorong Penyelesaian Perundingan Perbatasan
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, juga membahas sejumlah hal, mulai dari isu bilateral hingga kawasan. Kedua pemimpin antara lain bersepakat untuk mendorong penyelesaian perundingan perbatasan kedua negara.
“Kita sepakat untuk mendorong penyelesaian perundingan perbatasan kedua negara. Saya juga menyambut baik reaktivasi Joint Boundary Committee untuk pengelolaan perbatasan termasuk reaktivasi pos lintas batas,” ujar Presiden Jokowi.
PM Xanana Gusmao juga menyambut baik kinerja tim negosiasi perjanjian antara Indonesia dan Timor-Leste. Ia juga meyakini bahwa kedua negara dapat mendapatkan solusi dari persoalan perbatasan kedua negara di masa depan.
“Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Jokowi, kepentingan untuk menyelesaikan batas maritim dengan Indonesia akan memperkuat kedaulatan kedua negara kami,” ujar PM Xanana Gusmao.
Selain soal perbatasan, kedua pemimppin juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Presiden Jokowi menyambut baik komitmen pemerintah Timor-Leste untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik melalui perjanjian perlindungan investasi.
“Saya juga mengapresiasi kepercayaan Timor-Leste pada BUMN Indonesia dalam berbagai proyek, seperti pembangunan jalan di Oecusse serta perluasan Bandara Internasional Dili,” ucap Presiden Jokowi.
“Dan dengan penandatanganan MoU kerja sama teknologi informasi, kita juga mendorong kerja sama infrastruktur telekomunikasi, termasuk rencana investasi fiber optik,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam konteks kerja sama regional, Indonesia berkomitmen terus mendukung keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN. Kedua pemimpin juga membahas isu Myanmar dan sepakat untuk mendukung keketuaan Laos di ASEAN tahun ini.
“Kedua negara sepakat untuk mendukung keketuaan Laos di ASEAN tahun ini dalam mendorong implementasi 5PC (5 Points of Consensus),” ucapnya.






