KampiunnewsIPontianak – Apresiasi dan dedikasi tertinggi buat sutradara Jeremias Nyangoen dari Bintang Cahaya Sinema dan Langit Terang Sinema yang sudah mengangkat isu tentang masalah sosial, budaya patriarki, TKI Ilegal, diskriminasii dan kekerasan seksual kepada wanita-wanita NTT.
Masih banyak “Orpa-Martha” yang lain di NTT yang demi sesuap nasi rela menjadi TKI ilegal, mengalami pelecehan seksual sehingga berdampak meninggalkan masalah-masalah sosial, psikologis, kesejahteraan ekonomi bagi keluarga.
Film yang memanen Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2023 ini, sudah berkeliling festival film internasional. Beberapa di antaranya, Busan International Film Festival 2023, Asian Film Festival Barcelona 2023, hingga QCinema International Film Festival 2023 di Filipina.
“Mari kita basodara orang NTT menyaksikan film ini sebagai sebuah refleksi dan permenungan atas isu-isu dan realitas yang terjadi dalam masyarakat kita dan berupaya memerangi serta mencari jalan meningkatkan tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat kita sehingga masalah-nasalah sosial ini semakin berkurang bahkan ditiadakan dari NTT tanah air Beta”.
Di Pontianak, Kalimantan Barat, Jeremias Nyangoen mengungkapkan penonton atau warga perlahan-lahan bertambah cerdas, meski butuh waktu untuk mulai menonton film nasional termasuk Woman from Rote Island. Selama ini, Pontianak masih dianggap kurang memiliki daya ekspresi seperti kota yang lain seperti Makassar, Jogyakarta, dan Malang.






