Kampiunnews | Jakarta – Sebanyak 285 dari total 575 anggota DPR absen dalam rapat paripurna pembukaan masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024 pada hari ini, Selasa (5/3). Rapat paripurna yang dibuka pukul 10.00 WIB ini digelar beberapa pekan usai Pemilu 2024 pada 14 Februari lalu.
Rapat paripurna hanya dihadiri secara fisik oleh 164 orang anggota dewan dari semua fraksi dan 126 orang izin. Sementara 285 anggota lainnya dari total 575 orang tidak hadir.
Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar tidak terlihat hadir pada rapat paripurna.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, didampingi oleh dua Wakil Ketua DPR lainnya Rahmat Gobel dan Lodewijk F Paulus.
Rapat paripurna DPR ini berisi dua agenda, yakni pidato Ketua DPR Puan Maharani dan pelantikan Pengganti Antarwaktu Anggota DPR RI dan MPR RI sisa masa jabatan 2019-2024.
“Menurut catatan daftar hadir rapat paripurna telah ditandatangani oleh hadir 164 orang. Izin 126 orang. Total 290 orang dari 575. Dengan demikian kuorum tercapai,” kata Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Dasco mengatakan, para peserta Pemilu 2024 dituntut untuk memiliki etika politik agar selalu siap kalah dan siap menang.
Hal tersebut disampaikan Dasco saat membacakan pidato Ketua DPR RI pada Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun 2023-2024 di Gedung DPR.
Ketua DPR Puan Maharani tidak hadir dalam rapat paripurna hari ini, sehingga pidatonya dibacakan Dasco selaku pimpinan rapat
Dasco berharap para anggota DPR yang hadir kembali terpilih dalam Pemilu 2024.
“Semoga Bapak/Ibu anggota yang terhormat, dapat kembali terpilih, untuk mewakili rakyat menjalankan kedaulatannya. Dan tetaplah menjalankan komitmennya untuk membangun bangsa dan negara melalui peran dan tanggung jawab di berbagai bidang yang lain, jika ada yang belum berhasil terpilih,” ujar Dasco.
Ia mengatakan, pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 memang masih berlangsung hingga saat ini. Tahapan selanjutnya ialah rekapitulasi perhitungan suara, penetapan hasil pemilu, penanganan permohonan perselisihan hasil pemilu, dan pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI dan DPD RI, serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota.
“Setiap tahapan Pemilu 2024, membutuhkan komitmen semua pihak, penyelenggara pemilu, pemerintah dan partai politik, untuk menjalankan pemilu sesuai amanat konstitusi yaitu pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujarnya.
Menurut Dasco, yang terpenting adalah kekuasaan negara harus dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan rakyat menggunakan kedaulatan hak suaranya secara bebas.
Dasco lantas membacakan pesan Ketua DPR RI Puan Maharani yang mengingatkan para anggota DPR bahwa mereka harus selalu siap kalah dan menang.
“Pemilu, sebagai kompetisi, maka menang dan kalah selalu ada dalam pemilu. Kita dituntut untuk memiliki etika politik untuk siap kalah dan siap menang. Akan tetapi, pada saat yang bersamaan, etika politik yang sama juga dituntut untuk dimiliki bagi penyelenggaraan pemilu yang bebas, jujur dan adil,” kata Dasco.
“Etika politik untuk siap kalah dan siap menang harus disertai dengan etika politik penyelenggaraan pemilu yang bebas, jujur, dan adil,” lanjutn Dasco yang juga Ketua Haria Partai Gerindra.
Untuk itu, kata Dasco, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan Pemilu 2024 sebagai prosedur demokrasi, yang harus berada dalam budaya politik yang semakin maju, yang ditunjukan dengan cara-cara berpolitik yang semakin beradab dan mencerdaskan kehidupan rakyat.






