Kampiunnews | Kupang – Dua sosok yang bertarung di Pilkada Nusa Tenggara Timur (NTT), yaknj, Basilio Dias Araujo dan Serena Cosgrova Francis. Keduanya maju di daerah yang berbeda. Basilio Dias Araujo di Kabupaten Belu, sementara Serena di Kota Kupang. Dua figur yang selama ini bermukim di daerah Perbatasan Indonesia dan Timor Leste ini mengincar posisi calon bupati dan calon wakil walikota.
Untuk lebih mengenal kedua sosok tersebut, Kampiunnews coba merangkum profil kedua kader Gerindra yang akan meramaikan kontestasi pemilihan kepala daerah di bumi Flobamora.
Basilio Dias Araujo, kelahiran di Aileu, pada 3 Maret 1964. Pria asal bekas Provinsi Timor Timur ini setelah lulus SD melanjutkan ke Sekolah Teknik Bangunan di Fatumaca, Baucau, Timor Timur. Ia kemudian kuliah Universitas Kristen Indonesia di Jakarta dengan mengambil jurusan Sastra Inggris. Tidak berhenti di strata satu saja. Basilio mendapatkan beasiswa dari British Chevening Awards (tesis dengan judul Kartini: A Critique) hingga meraih gelar Master of Arts in Critical Theory pada The Manchester Metropolitan University, United Kingdom (1997.
Jenjang pendidikan lain yang ditempuhnya antara lain, mengikuti Pendidikan Anti-Terorisme dari National University of Australia (2016), Counter Terrorism (Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (2014) dan Counter Terrorism for Major Events – USA (2014).
Puncak karier sebagai abdi negara (ASN) adalah ketika Basiosilio di angkat menjadi deputy 1 di Kementrian Maritim & Investasi dan staf ahli menteri sebelum pesiun 1 April 2024 yg lalu.
Bekal pengalaman empiris di bidang pendidikan tersebut menjadi motivasi untuk maju sebagai salah satu bakal calon bupati di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak sekedar wacana. Basilio telah mendaftarkan diri melalui PKS dan Gerindra.
Serena Cosgrova Francis kelahiran 20 September 1999.merupakan kader muda Gerindra yang juga aktif di sayap partai Gerindra Tunas Indonesia Raya (TIDAR).
Gadis yang tengah menyelesaikan Study Master (S2) bidang internasional development pembangunan Universitas Birmingham, Inggris, mengikuti jejak sang ayah Fary Djemy Francis, punggawa partai Gerindra selama 10 tahun di Gedung legislative Senayan. Terakhir Fary Francis menjabat Ketua Komisi V DPR RI tahun 2014-2019.

Serena tumbuh dan berkembang di Kota Kupang, alumni SMA Negeri 3 Kupang, kini memilih sepak bola sebagai salah satu aktivitas sosialnya. Menyelesaikan studi S1 Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, Serena, tercatat sebagai satu-satunya manejer sepak bola perempuan di NTT. Sebagai Manejer klub dan Academy Bintang Timur Atambua, Serena telah membuktikan kemampuannya membawa anak-anak perbatasan menggapai mimpinya berlaga di level regional, nasional bahkan internasional.
“Kaum milenial harus berani bermimpi untuk membangkitkan semangat. Anak muda harus berani keluar dari zona nyaman,” kata Serena Francis.
Saat ini beredar kabar, Serena akan maju di pilkada Kota Kupang bersama dr Christian Widodo Ketua Partai Solidaritas Indonesia.
Kitong CS AN” atau kita Christian – Serena, sebuah tagline di poster yang beredar dengan wajah dr Christian Widodo dan Serena Francis.
Serena dan Christian adalah representasi anak muda, kaum milenial NTT yang berani keluar dari zona nyaman orang muda ke medan pertarungan politik yang serba kompleks. dr.Christian saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT untuk kedua kalinya, sedangkan Serena saat ini sebagai asisten staf khusus presiden bidang inovasi, pendidikan dan daerah terluar dibawah supervisi staf Khusus Presiden Dr Billy Mambrasar.
Christian – Serena diyakini akan menjadi jembatan aspirasi anak muda yang mampu berpikir dan bertindak cepat dalam mengakselerasi pembangunan Kota Kupang dengan pemerintahan presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka selama lima tahun kedepan.






