Kampiunnews | Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli, Tim Nasional Kebaya Indonesia akan menggelar Parade Kebaya Nusantara dengan tema “Parade Kebaya Nusantara Ekspresi Ceria Aku dan Ibu”. Acara yang akan menampilkan kebaya dari berbagai daerah di Indonesia, akan diselenggarakan di Jl.Sudriman (depan Panin bank) dan akan berakhir di FX Plasa Senayan, Jakarta Pusat.
Peserta parade, yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, akan mengenakan kebaya dengan desain dan motif yang khas dari masing-masing daerah.
“Kegiatan ini diselenggarakan Tim Nasional Kebaya Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),” demikian paparan Ketua Timnas Kebaya Indonesia, Lana T Koentjoro di kantor Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Parade Kebaya Nusantara akan dilaksanakan serentak di 8 kota besar di Indonesia dan bagi masyarakat Indonesia bisa menyaksikan lewat live streaming.
“Ibu Menteri PPA juga akan menyapa seluruh hadirin yang hadir secara online maupun offline. Kebaya mempersatukan perempuan Indonesia,” ujar Lana Koentjooro Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) dalam rapat koordinasi panitia Parade Kebaya Nasional di kantor Kementrian PPA.
Parade Kebaya Nusantara ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023.
“Tahun ini pertama kalinya kita peringati Hari Kebaya Nasional yang kita satukan dengan Hari Anak Nasional yang diperingati tanggal 23 Juli. Ibu dan anak akan terlibat dalam acara dengan balutan kebaya dari berbagai model dan motif,” lanjut Lana yang tampil bersama tokoh Timnas Kebaya.
Parade ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara ibu dan anak melalui kebersamaan dalam mengenakan kebaya. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap kebaya serta mempromosikan keindahan dan keunikan kebaya nusantara ke seluruh dunia.

Melalui Parade Kebaya, Lana Koentjoro bersama Timnas Kebaya akan mendorong berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, untuk dapat segera mendaftarkan keragaman kebaya mereka ke dalam warisan budaya tak benda nasional.
“Tentunya setelah kami mendapatkan Keppres Hari Berkebaya Nasional, ekosistemnya harus berjalan. Ini adalah awal bagaimana kita akan tetap terus melestarikan dan mendorong pemerintah daerah agar segera mendaftarkan kebaya-kebaya daerah untuk dimasukkan ke warisan budaya tak benda nasional,” katanya
Sementara Deputi Kesetaraan Gender KPPA Rini Handayani dalam sambutannya mengapresiasi organisasi perempuan yang telah memperjuangkan lahirnya Hari Kebaya. Kebaya sebagai asset budaya yang harus dilestarikan oleh perempuan Indonesia.
“Kementrian PPA akan mendukung parade Kebaya Nasional yang melibatkan anak-anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional,” ujar Rini.
Acara Parade Kebaya Nasional ini juga akan dimeriahkan dengan parade kebaya bersama puluhan komunitas pencinta kebaya, fashion show, dan dolanan anak (permainan tradisional anak-anak).
Kebayang serunya, acara yang akan dipandu personil Kahatna Ronny Waluya, yang dimeriahkan koreografi arahan Mas Gatot dari Swara Mahardika binaan Guruh Soekarnoputra.






