Kampiunnews | Jakarta – Legenda sepakbola NTT yang tergabung dalam NTT All Star Jakarta, menjamu dan memberikan motivasi bagi Tim Sepakbola NTT yang akan berlaga di PON XXI Aceh-Sumut di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Agustus 2024.
Hadir dalam acara tersebut beberapa nama besar yang telah berjasa dalam dunia sepakbola NTT, di antaranya Fary Francis, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Asabri, Mayjen TNI Gabriel Lema, Asisten Operasi Panglima TNI, serta Marsma TNI (Pur) Nelson Noak. Acara yang dipandu Koordinator NTT All Star Frans Watu, juga dihadiri Ari Bali (Bendahara), Lourens Fernandez, Danoel Boro, Agus Maufa, Paulus Dolu, Carel Dae, Yun Bali, Hans Obo dan Kepala Badan Penghubung NTT Donald Izhak.
Sementara Sekretaris Asprov PSSI NTT Abdul Muis turut mendampingi Tim PON NTT yang terdiri dari 24 pemain dan 7 official.
Para legenda ini tidak hanya berbagi pengalaman dan kisah inspiratif dari perjalanan karir mereka, tetapi juga memberikan motivasi kepada para pemain PON NTT.
Asisten Operasi Panglima TNI, Mayjen Gabriel Lema, menyampaikan pesan yang penuh semangat dan inspirasi kepada Tim Sepakbola NTT yang akan berlaga di PON XXI Aceh-Sumut. Dalam pesannya, Mayjen Gabriel Lema menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan kekompakan sebagai kunci untuk meraih kemenangan.
Ia mengingatkan para pemain bahwa mereka bukan hanya membawa nama mereka sendiri, tetapi juga membawa harapan dan kebanggaan seluruh masyarakat NTT.
“Jangan pernah menyerah sebelum peluit akhir berbunyi. Bermainlah dengan hati, dengan penuh dedikasi, dan tunjukkan bahwa kalian adalah putra terbaik Nusa Tenggara Timur,” ujar Mayjen Lema gelandang elegan jebolan SMAK Giovani Kupang.
“Kami berharap, dengan dukungan ini, tim sepakbola NTT dapat bertanding dengan penuh percaya diri dan meraih hasil yang terbaik. Kami selalu berada di belakang kalian, memberikan doa dan dukungan penuh,” kata Mayjen Gabriel Lema.
Sementara itu, penjaga gawang legendaris NTT Fary Francis yang juga menjabat Komisaris Utama Asabri, memberikan pesan yang sangat inspiratif. Dalam pesannya, Fary Francis menekankan filosofi sepakbola Bintang Timur Atambua, bahwa setiap pertandingan harus diperlakukan seperti sebuah final.
“Setiap game adalah final. Setiap kali kalian melangkah ke lapangan, anggaplah itu sebagai kesempatan terakhir untuk menunjukkan yang terbaik,” ujar owner Klub Bintang Timur Atambua.
Fary pun mengingatkan para pemain bahwa tidak ada ruang untuk meremehkan lawan atau mengendurkan semangat.
“Masuklah ke setiap pertandingan dengan mental juara, dengan fokus penuh, dan keyakinan bahwa kemenangan adalah satu-satunya pilihan,” tambahnya.

Disisi lain, Marsma TNI (Pur) Nelson Noak menekankan pentingnya persiapan mental dan fisik.
“Kemenangan bukan hanya soal skill, tetapi juga soal mentalitas. Kalian harus kuat, baik secara fisik maupun mental, untuk mengatasi tekanan dan tantangan di lapangan. Ingat, kemenangan tidak datang dengan mudah, tetapi dengan kerja keras, disiplin, dan tekad yang tidak pernah pudar,” pesannya.
Pesan yang disampaikan legenda sepakbola NTT ini diharapkan bisa menjadi motivasi yang membara bagi para pemain, mendorong mereka untuk memberikan performa terbaik di setiap pertandingan dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Nusa Tenggara Timur.
Frans Watu, Ketua NTT All Star, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara malam temu kangen dan dukungan bagi Tim Sepakbola NTT yang akan berlaga di PON XXI Aceh-Sumut.
Frans mengungkapkan bahwa inisiatif untuk mengadakan acara ini merupakan wujud nyata dari rasa kepedulian dan kebersamaan antara para legenda sepakbola NTT dan generasi muda yang akan membawa nama daerah di ajang nasional.
“Acara ini seperti gayung bersambut. Kami dari NTT All Star merasa bangga bisa berkontribusi dan memberikan dukungan kepada tim PON NTT. Ini adalah momen yang langka, di mana para legenda dan para atlet muda dapat berbagi pengalaman dan motivasi,” ungkap Frans Watu.
Frans yang pernah beredar di kompetisi Liga Sepakbola Utana (Galatama) menambahkan, bahwa kontribusi NTT All Star bukan hanya dalam bentuk materi atau motivasi, tetapi juga dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat NTT.
Frans Watu, pada kesempatan itu, juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penasehat NTT All Star, yaitu Fary Francis, Mayjen TNI Gabriel Lema, dan Marsma TNI (Pur) Nelson Noak, atas dukungan nyata yang telah mereka berikan kepada Tim Sepakbola NTT yang akan berlaga di PON XXI Aceh-Sumut.
“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Bapak Fary Francis, Mayjen Gabriel Lema, dan Marsma (Pur) Nelson Noak, yang telah memberikan sumbangan jersy dan uang saku bagi para pemain dan official tim sepakbola NTT. Dukungan ini sangat berarti bagi tim PON NTT, tidak hanya sebagai bentuk bantuan materi, tetapi juga sebagai suntikan semangat dan motivasi bagi seluruh tim,” ujarnya.
Sumbangan ini menunjukkan betapa besar perhatian dan kepedulian para senior terhadap sepakbola NTT dan masa depan para atlet muda.
“Tadi ada 1 Jersy pemberian dari Serena Francis, 1 Jersy dan T-Shirt untuk kontingen kita dapat dari abang Gabriel Lema. Sementara uang saku pemain sumbangan dari penasehat kita, Fary, Gebi dan Nelson. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan di antara kita masih sangat kuat,” tambah Ari Bali Bendahara NTT All Star.
Bantuan tidak cukup disini saja, bahkan Fary Francis dan Mayjen Gabriel Lema berjanji, jika tim ini lolos 4 besar, mereka siap gelontorkan bonus khusus.






