Kampiunnews | Jakarta – Rahajeng Widya, seorang ibu dua anak yang enerjik dan penuh semangat dalam belajar, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Perempuan Indonesia Maju (PIM). Salah satu komitmen organisasi yang dipimpinnya adalah mendorong lahirnya Hari Kebaya Nasional dan mengajukan kebaya untuk didaftarkan di UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan. Penetapan ini dijadwalkan pada 4 Desember 2024 dalam sidang ke-19 Session of the Intergovernmental Committee on Intangible Cultural Heritage (ICH) di Asuncion, Paraguay.
Selain aktif dalam organisasi, Rahajeng Widya baru saja menyelesaikan studi S2-nya yang ketiga di bidang hukum, meraih gelar Master of Laws dari Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta. Sebelumnya, ia telah memperoleh gelar Magister Manajemen dengan peminatan di Marketing Management dari Business Institute Perbanas Jakarta, serta menyelesaikan program studi Bisnis dan Strategi di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Di kampus yang sama, Rahajeng juga menyelesaikan Program Studi S3 Doctoral of Business Management.
“Gelar S2 ini saya dapatkan dari kampus yang berbeda. Saya melanjutkan pendidikan S2 sambil mengisi waktu senggang,” ujar Rahajeng saat berpartisipasi dalam acara talk show MERAMU (Menjadikan Ramadhan Tambah Ilmu) pada Kamis, 6 Maret 2025.
Gelar Magister Hukum yang diraihnya diperoleh setelah berhasil mempertahankan tesis yang merupakan hasil penelitian mendalam mengenai isu-isu hukum yang relevan di hadapan para penguji yang juga berfungsi sebagai Dosen Pembimbing. Tim penguji tersebut terdiri dari Marsekal Muda TNI (Purn) Dr. Sujono, S.H., M.H., CFrA., Dekan Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta; Brigadir Jenderal TNI (Purn) Dr. Sudarto, S.H., M.Kn., M.H., Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma; serta Dr. Bambang Widarto, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Strata Dua (S-2) Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta.
Tesis tersebut berfokus pada legalitas penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di wilayah laut, serta pelanggaran hukum yang terjadi dalam proyek reklamasi di Kawasan Pantai Indah Kapuk. Keberhasilan dalam mempertahankan tesis ini menandai pencapaian akademis yang signifikan dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang diteliti.

Studi kasus mengenai pembangunan pagar laut di Kawasan Pantai Indah Kapuk menjadi fokus utama tesis yang berjudul “Legalitas Penerbitan SHGB dan SHM di Wilayah Laut.” Tesis ini mengangkat isu pelanggaran hukum dalam proyek reklamasi Pantai Indah Kapuk (PIK) di Tangerang, serta penerbitan HGB dan SHM di wilayah laut, yang merupakan topik kompleks dan kontroversial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi legalitas penerbitan HGB dan SHM di wilayah laut berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penyelesaian kasus pembangunan pagar laut tersebut, sehingga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspek hukum dan implikasi dari proyek reklamasi di kawasan tersebut.
Rahajeng menuturkan bahwa meraih berbagai gelar akademik bukanlah hal yang mudah. Sebagai wanita yang hobi belajar, ia meyakini bahwa ilmu bukan sekadar beban, melainkan kunci dalam meningkatkan kualitas hidup. Maka dari itu, ia memanfaatkan waktu luangnya di tengah kesibukannya sebagai dosen untuk terus melanjutkan pendidikan di berbagai kampus. “Saya ini mengajar dan aktif diberbagai organisasi, jadi saat itu, saya juga kuliah. Atau istilahnya kuliah paralel,” ungkap Dr. Rahajeng Widya, SE, SH, MM, MH, CPC, CPHRM, CLM, CPMP.
Setelah menyelesaikan studi S1 pertamanya di bidang ekonomi (SE) pada tahun 2002. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum. Perjalanan akademiknya terus berlanjut hingga memperoleh gelar S2 di tiga perguruan tinggi yang berbeda, yaitu Institute Perbanas Jakarta, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, dan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta.
Menurut Rahajeng, mempelajari ilmu dari berbagai bidang memungkinkan seseorang memiliki perspektif yang luas dan meningkatkan kapasitas diri. “Ilmu yang dipelajari dalam hidup ini memang tidak hanya dari satu sumber. Saya percaya semakin banyak ilmu yang dipelajari, semakin beragam sudut pandang yang kita miliki. Ada beragam bidang ilmu yang saya dalami karena saya senang belajar dan ingin terus berkembang,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa di masa depan, semua bidang keilmuan akan semakin berkembang dan saling beririsan. Oleh karena itu, memiliki wawasan yang luas di berbagai bidang dapat menjadi keuntungan besar. “Dalam setiap ilmu ada benang merah yang saling terkait. Saya percaya ilmu tidak akan mati dan akan selalu berkembang sesuai zaman,” tambahnya.
Saat ini, Rahajeng memiliki latar belakang akademik dan profesional di berbagai bidang, termasuk ekonomi, hukum, manajemen, dan administrasi bisnis. Beberapa gelar sertifikasi yang telah diraihnya antara lain CPC, CPHRM, CLM, dan CPMP.
Dengan segudang pengalaman dan pencapaian akademisnya, Rahajeng Widya terus menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya perempuan Indonesia, untuk terus belajar dan mengembangkan diri tanpa batas.
Saat ini, Dr. Rahajeng Widya menduduki sejumlah jabatan di berbagai lembaga dan organisasi, antara lain: Director PT Dtekno Reka Cipta (Training and Business Advisory), Certified Lecturer di Perbanas Institute Jakarta, Dosen di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Director of International Business Relationship Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA).
Anggota Dewan Juri untuk berbagai penghargaan, termasuk: Indonesia Human Capital Award, Indonesia Sales and Marketing Award, Indonesia Risk Management Award, Anugerah Perbankan Indonesia, Anugerah Perempuan Indonesia, Indonesia Multi Finance Award.
Di bidang pendidikan, Dr. Rahajeng juga aktif sebagai: Pengurus DPP IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Indonesia Maju, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perempuan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Pengurus Bidang Hubungan Luar Negeri KOWANI
Dengan berbagai peran ini, Dr. Rahajeng Widya menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan industri di Indonesia.






