Kampiunnews | Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo langsung turun ke lapangan usai gangguan pasokan listrik Bali dengan mengunjungi sejumlah fasilitas publik untuk memastikan layanan tetap berjalan normal dan operasional tidak terganggu.
Upaya sigap dari PLN ini mendapatkan apresiasi dari berbagai instansi layanan publik di Bali.
Pujian atas respons cepat PLN datang dari Direktur Utama RSUP Prof. dr. Ngoerah Denpasar, dr. I Wayan Sudana.
Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap upaya PLN yang langsung mengembalikan pasokan listrik ke rumah sakit.
“Komunikasinya sangat cepat. Begitu padam, staf kami langsung berkoordinasi dan tak lama kemudian listrik kembali menyala. Genset kami hanya sempat aktif sebentar saja, karena langsung di-cover oleh PLN. Kami sangat berterima kasih karena pelayanan rumah sakit bisa tetap berjalan tanpa gangguan,” kata Wayan Sudana.
Apresiasi serupa disampaikan oleh General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai Bali, Ahmad Syaugi Shahab.
Ia menyatakan bahwa gangguan listrik tidak sampai menimbulkan dampak besar terhadap pelayanan di bandara.
“Proses dari pada padamnya listrik di bandara alhamdulillah tidak berdampak signifikan langsung karena penumpang bisa terlayani di bandara dengan baik,” katanya.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, yang memimpin langsung penanganan gangguan ini juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Kami mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan kami karena adanya gangguan dan ketidaknyamanan,” ucap Darmawan.
Ia menjelaskan bahwa gangguan bermula pada Jumat (2/5) pukul 16.00 WITA saat kabel bawah laut penghubung Jawa-Bali mengalami gangguan.”
“Dampaknya, tegangan sistem di Bali turun menjadi nol volt, dan pembangkit-pembangkit seperti PLTDG Pesanggaran, PLTGU Pemaron, PLTU Celukan Bawang, serta PLTG Gilimanuk keluar dari sistem. Tim PLN segera dikerahkan dan dalam waktu sekitar 30 menit, pasokan mulai masuk kembali secara bertahap ke sistem,” ujarnya.
Kata Darmawan, langkah-langkah pemulihan dilakukan secara bertahap, dan pukul 21.00 WITA, 60 persen sistem sudah pulih. Lalu pukul 24.00, sudah 80 persen tersambung kembali.
Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa pembangkit jenis PLTU memang membutuhkan waktu lebih lama untuk tersinkronisasi dengan sistem.
Namun pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, kelistrikan Bali berhasil dipulihkan sepenuhnya. “Kurang dari 12 jam sejak gangguan terjadi, alhamdulillah sistem sudah kembali normal sepenuhnya,” tambahnya.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap memastikan kelangsungan operasional objek vital berjalan lancar.
Bandara Ngurah Rai serta rumah sakit besar seperti RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, RS Bali Mandara, Bali International Medical Center, RS Siloam, hingga RS Surya Husadha tetap bisa beroperasi seperti biasa.
“Bandara Ngurah Rai sempat mengalami kedip sebelum sistem backup bisa mengambil alih dan pasokan listrik tetap berjalan dengan lancar. Begitu pula dengan rumah sakit tetap bisa beroperasi dengan pasokan yang tidak terganggu,” pungkas Darmawan.






