Kampiunnews | Vatikan – Paus Leo XIV resmi dinobatkan menjadi Paus ke-267 yang memimpin Gereja Katolik dunia dan kepala negara Vatikan, Minggu (18/5) siang waktu setempat atau pukul 15.00 WIB.
Penobatan Paus yang memiliki nama lahir Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat itu ditandai dengan dipasangkan cincin Fisherman’s Ring di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Upacara sakral tersebut juga diiringi dengan peluncuran versi rilis resmi perdana dari Vatikan, yang memuat pokok-pokok visi dan misi awal Paus Leo XIV. Rilis tersebut menekankan semangat pelayanan, damai, serta dialog lintas umat, yang akan menjadi arah utama kepemimpinan pastoralnya. Dalam rilis itu juga ditegaskan komitmen Paus untuk memperkuat nilai solidaritas global dan pengabdian kepada kaum tertindas di seluruh dunia.
Presiden RI Prabowo Subianto mengutus Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menkop Budi Ari, dan tokoh masyarakat NTT yang juga Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemi Francis, untuk menghadiri pelantikan dan misa inagurasi Paus Leo XIV.

Dari Vatikan, Fary Francis, salah satu utusan khusus Presiden RI membagikan sepenggal catatan “Warta Perdamaian” dan pengalaman spiritualnya dari Basilica Santo Petrus:
“Hari ini saya bersama rombongan dari Indonesia yang diutus Presiden Prabowo mengikuti dan menyaksikan acara pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Upacara sakral ini bukan hanya seremoni, tapi juga pesan mendalam tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kontinuitas Gereja. Saya merasa terberkati berada dalam suasana yang membahagiakan ini.”
Aneka Simbol
Beberapa simbol penting menandai momen penobatan ini. Pallium, selendang wol putih dengan lima salib merah menjadi lambang misi pastoral Paus sebagai gembala umat, dibuat dari wol anak domba yang diberkati dan dirajut oleh para biarawati Benediktin di Roma.
Cincin nelayan (Fisherman’s Ring) yang dikenakan di jari manis tangan kiri Paus melambangkan kekuasaan apostolik sebagai penerus Santo Petrus.
Dalam misa penuh hikmat, prosesi dimulai dengan penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, dilanjutkan dengan Paus mencium altar, mengayunkan dupa, dan berdoa di makam Santo Petrus. Setelah itu, pallium dan cincin diambil dari relikui dan diletakkan di altar utama. Paus Leo XIV menerima kedua simbol tersebut dari kardinal protodiakon, disusul pemberkatan Injil ke empat penjuru dunia dan penghormatan dari berbagai perwakilan Gereja. Perayaan ditutup dengan berkat urbi et orbi (“kepada kota dan dunia”).
Pesan Damai
Paus Leo XIV membuka setiap sapaan dengan kalimat, “Semoga damai menyertai anda, saudara-saudara terkasih.” Sebuah pesan universal yang melambangkan kedamaian Kristus yang merendahkan hati, melucuti senjata, dan memelihara harapan.
Ia mendorong semangat dialog antarumat dan menyerukan agar Gereja menjadi wadah terbuka bagi semua, seperti Lapangan Santo Petrus yang luas dan selalu menerima siapa pun yang mencari kasih, pengharapan, dan keadilan.
Paus Leo XIV merupakan Paus pertama dari Amerika Serikat. Dengan latar belakang misi dua dekade di Peru, beliau dikenal atas komitmen kuatnya terhadap kaum kecil dan tertindas. Dunia menaruh harapan besar kepadanya untuk merajut perdamaian dalam keberagaman umat manusia.
Proficiat Paus Leo XIV. Selamat memimpin dan melayani dunia. Salam sukacita dari Indonesia. In Ilu uno, unum (Dalam Dia yang Satu, kita menjadi satu).






