Kampiunnews | Kuala Lumpur – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Senin (26/05). Presiden tiba pukul 08.35 waktu setempat dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di halaman KLCC.
Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama regional dan menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara. Seusai penyambutan resmi, Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim mengabadikan momen kebersamaan dalam sesi foto dengan latar belakang Menara Kembar Petronas, simbol ikonik Malaysia. Presiden kemudian menuju ruang tunggu sebelum bergabung bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya.
Pada sesi pleno KTT, para pemimpin ASEAN membahas sejumlah isu strategis, termasuk pembangunan komunitas ASEAN, hubungan eksternal, dan arah masa depan kawasan. Dalam sambutannya, PM Anwar menyampaikan bahwa tahun ini menandai satu dekade sejak pembentukan komunitas ASEAN dan menjadi momen penting untuk menyusun visi dua dekade ke depan.
“Pada saat yang bersamaan, kita akan mengadopsi visi 20 tahun ke depan yang memerlukan komitmen yang teguh serta tekad secara kolektif,” ujar PM Anwar.
Ia juga menekankan pentingnya sentralitas ASEAN sebagai prinsip dasar dalam kerja sama kawasan, serta memuji semangat persaudaraan antarnegara anggota dalam menghadapi tantangan bersama.
“Termasuk inisiatif baru terhadap pengumuman penerapan tarif unilateral di Amerika Serikat,” tambahnya.
PM Anwar juga menyampaikan optimismenya terhadap ketahanan ASEAN dalam menghadapi berbagai krisis. Ia menyoroti pentingnya memperkuat kemitraan eksternal, termasuk melalui penyelenggaraan KTT ASEAN-GCC-China pertama.
“Kita harus menjaga sistem multilateral dan memastikan bahwa model geoekonomi ASEAN-GCC-China terus memainkan peran yang berarti dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi kawasan dan rakyat kita,” tegasnya selaku Ketua ASEAN 2025.
KTT ke-46 ASEAN menjadi wadah strategis bagi para pemimpin untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan serta merumuskan solusi bersama atas berbagai tantangan global.






