Kampiunnews | Palu – Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan acara Sharing Session dengan tema “Excellent Service for Excellent Value: Layanan Prima Cermin Akuntabilitas Kinerja”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (21/5) di Aula Graha Audita, Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah, Edy Suhartono, dan menghadirkan narasumber Dr. Rahajeng Widya, SE, SH, MH, MM, CPC, CPHRM, CPMP, CLMA, seorang expert komunikasi, pengembangan diri di bidang komunikasi publik dan pelayanan prima.
Dalam sambutannya, Edy Suhartono menekankan pentingnya peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah sebagai garda terdepan dalam memastikan akuntabilitas keuangan negara. Sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI, BPKP harus menjadi teladan dalam pelayanan berkualitas dan berintegritas.
“Layanan prima bukan hanya soal memberikan yang terbaik, tetapi juga cerminan dari akuntabilitas kinerja. Untuk mencapai target strategis nasional, termasuk pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas dar kprupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) pada tahun 2025, tidak ada ruang untuk layanan yang biasa-biasa saja,” tegas Edy Suhartono.
Dalam paparannya sebagai narasumber utama, Dr. Rahajeng menyampaikan materi bertema communication skill, personal branding, dan service excellence kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang unggul merupakan hasil sinergi dari keterampilan teknis, empati, tanggung jawab, dan sikap profesional.
“Layanan prima adalah fondasi kepercayaan publik. Pelayanan yang berkualitas memperkuat legitimasi institusi dan mencerminkan kinerja pengawasan yang efektif,” jelas Dr. Rahajeng.
Tak hanya itu, perempuan yang juga aktif mengajar diberbagai kampus di Jakarta, juga membahas pentingnya personal branding bagi ASN, terutama di era digital. Menurutnya, reputasi pribadi pegawai dapat memengaruhi citra lembaga secara keseluruhan. Oleh karena itu, ASN dituntut mampu tampil profesional, berkomunikasi efektif, dan bijak menggunakan media sosial sebagai sarana membangun kredibilitas.
“Personal branding yang kuat dan konsisten mencerminkan kompetensi yang dimiliki individu. Hal ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efektivitas dalam melaksanakan tugas, tetapi juga memperkuat kredibilitas dalam pengawasan internal pemerintah. Dengan membangun citra yang positif dan profesional, setiap individu dapat berperan lebih maksimal dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan membawa dampak positif bagi organisasi dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap anggota untuk terus mengembangkan personal branding mereka sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan publik,” ujar Dr. Rahajeng yang juga mengemban tugas sebagai Sekretaris Umum Perempuan Indonesia Maju, organisasi perempuan yang turut mendorong Kebaya diakui di UNESCO sebagai Warisan Budaya Takberbenda melalui mekanisme joint nomination bersama Brunei Darusalam, Malaysia, Singapura, Thailand.
Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat kompetensi pegawai, khususnya para CPNS di lingkungan BPKP. Hal ini sejalan dengan komitmen organisasi untuk terus mencetak SDM unggul yang mampu menjaga integritas, meningkatkan kualitas layanan, serta menjawab tantangan pengawasan di era modern.






