Kampiunnews|Jakarta – Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) menegaskan komitmennya sebagai kekuatan politik yang aktif mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang berlangsung pada 12–13 Juni 2026 di Hotel Novotel Pulomas, Jakarta.
Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Nasional dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto”, Rakernas menjadi momentum konsolidasi nasional kader GEKIRA dari 38 provinsi untuk menyusun program strategis organisasi sekaligus memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.
Rakernas dibuka oleh Ketua Dewan Pembina PP GEKIRA sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. Djojohadikusumo. Dalam arahannya, Hashim menegaskan bahwa GEKIRA bukan sekadar wadah silaturahmi atau organisasi kemasyarakatan biasa, melainkan organisasi politik yang memiliki tujuan dan tanggung jawab politik yang jelas.
“GEKIRA adalah organisasi politik. Kita bukan paguyuban, bukan organisasi arisan. Kita adalah bagian dari organisasi politik yang memiliki tujuan politik yang jelas untuk memperjuangkan cita-cita bangsa melalui pemerintahan yang dipilih rakyat,” tegas Hashim di hadapan peserta Rakernas.
Menurutnya, kemenangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 merupakan mandat rakyat yang harus dijaga dan dikawal bersama. Karena itu, seluruh kader GEKIRA dan Partai Gerindra diminta merapatkan barisan serta menjadi garda terdepan dalam mengawal, menjelaskan, dan menyukseskan berbagai program strategis pemerintah.
Hashim juga mengingatkan bahwa tantangan pemerintahan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi, tetapi juga perang informasi di ruang publik. Karena itu, ia meminta seluruh kader GEKIRA aktif melawan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kita tidak boleh diam. Kader-kader GEKIRA harus hadir di tengah masyarakat, menjelaskan program pemerintah dengan data dan fakta yang benar. Jangan sampai ruang publik dipenuhi informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Menurut Hashim, dalam sistem demokrasi yang sehat, pemerintah yang telah memperoleh mandat rakyat harus diberikan kesempatan untuk bekerja dan merealisasikan janji-janji politiknya. Ia menilai kritik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab.
“Kita harus menghormati pilihan rakyat. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dipilih melalui proses demokrasi yang sah. Karena itu, pemerintah perlu diberi ruang dan waktu untuk melaksanakan program-program yang telah dijanjikan kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menegaskan bahwa Rakernas 2026 menjadi titik awal penguatan peran organisasi dalam mendukung transformasi ekonomi nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut Nikson, visi besar Presiden Prabowo adalah membangun Indonesia yang lebih mandiri, berdaulat, dan sejahtera melalui pemerataan pembangunan serta penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, GEKIRA harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“GEKIRA harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Tugas kita bukan hanya mendukung, tetapi juga memastikan masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah secara utuh sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” kata Nikson.
Ia menjelaskan, selama setahun terakhir GEKIRA telah menjalankan berbagai program sosial dan kemasyarakatan di seluruh Indonesia. Program tersebut antara lain gerakan penanaman sejuta pohon, bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam, pembagian bantuan sosial saat Hari Raya Idul Fitri dan Paskah, hingga penyelenggaraan Natal Nasional GEKIRA di Sorong, Papua Barat Daya.
Ke depan, GEKIRA akan memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah serta meningkatkan keterlibatan kader dalam program pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Rakernas GEKIRA 2026 juga menghadirkan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman langsung mengenai arah kebijakan pemerintah, tantangan ekonomi global, serta strategi percepatan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui Rakernas ini, GEKIRA menegaskan posisinya sebagai organisasi sayap Partai Gerindra yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah konsolidasi kader, tetapi juga sebagai kekuatan politik yang siap mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.






