Kampiunnews | Klaten – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Badan Hukum Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih kepada perwakilan lima ketua koperasi dalam acara peluncuran program nasional Kopdes/Kopkel Merah Putih yang digelar di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).
Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai berlaku sejak 27 Maret 2025.
Acara peluncuran dilaksanakan secara hybrid dan diikuti secara serentak oleh seluruh daerah di Indonesia melalui sambungan daring. Kegiatan ini mencakup partisipasi dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 81.140 unit Kopdes/Kopkel Merah Putih telah terbentuk di seluruh Indonesia, dengan 80.081 unit di antaranya telah memiliki badan hukum.
Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan, mendorong pemerataan pembangunan, serta membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan.
Sebanyak 13 kementerian dan dua lembaga negara turut berkolaborasi dalam pelaksanaan program ini, bersama para kepala daerah mulai dari gubernur, wali kota, bupati, hingga kepala desa.
Pemerintah juga telah menetapkan 108 koperasi percontohan sebagai model pengembangan yang dapat direplikasi di desa dan kelurahan lainnya. Mulai 22 Juli 2025, koperasi-koperasi percontohan ini telah dapat mengakses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank Himbara.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.
“Koperasi adalah alat bagi yang lemah untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan, menjadi sarana untuk berdaulat dan sarana untuk kemerdekaan yang sejati,” ujar Presiden.
Presiden juga menyampaikan bahwa semangat koperasi sudah ditanamkan sejak awal oleh para pendiri bangsa melalui serikat-serikat dagang, dan kini harus dihidupkan kembali sebagai bagian dari perjuangan ekonomi nasional.
Ia berharap Kopdes/Kopkel Merah Putih dapat menjadi senjata ekonomi rakyat untuk melawan ketimpangan global, menyederhanakan rantai pasok, dan membebaskan masyarakat desa terutama petani dari jeratan tengkulak dan rentenir.






