Kampiunnews | Jakarta – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Management Expose hasil studi kelayakan pembukaan jalur Roll-On Roll-Off (RORO) Batam–Johor di Hotel Borobudur, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis nasional untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Acara dibuka oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemi Francis, dan dihadiri lebih dari 40 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Badan Karantina Indonesia, serta PT ASDP Indonesia Ferry.
Dalam forum tersebut, tim akademisi dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM memaparkan hasil studi kelayakan secara komprehensif, yang mencakup aspek pasar, legalitas, teknis-operasional, finansial, dampak ekonomi, dan manajemen risiko.
Hasil studi menyatakan bahwa jalur RORO Batam–Johor dinilai layak untuk direalisasikan.
“Jalur ini merupakan agenda strategis nasional sesuai arahan Presiden RI untuk menjadikan Batam sebagai role model pertumbuhan ekonomi. Kami ingin masyarakat langsung merasakan manfaat konkret dari proyek ini,” ujar Fary.
Fary menambahkan bahwa expose ini ditujukan untuk menyampaikan gambaran menyeluruh kepada para pemangku kepentingan agar dapat segera mengambil langkah konkret dalam mewujudkan konektivitas lintas negara yang berdampak positif pada sektor logistik, perdagangan, dan pariwisata.
Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, turut menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembukaan jalur tersebut. Ia menilai proyek ini secara infrastruktur dan operasional sudah sangat layak, meskipun tetap membutuhkan sinkronisasi kebijakan lintas wilayah.
“Dampak positif dari jalur RORO ini akan sangat besar, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun kelancaran arus barang. Ini akan menjadi penghubung strategis antara Batam dan Johor,” tegas Sigit.
BP Batam menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil studi ini dengan langkah konkret bersama kementerian dan lembaga terkait. Jalur RORO Batam–Johor diharapkan menjadi simpul penting dalam konektivitas Indonesia–Malaysia serta penggerak ekonomi kawasan perbatasan.






