Kampiunnews|Bali – Peristiwa banjir bandang yang melanda Bali pada September 2025 mendapat perhatian dari sayap Partai Gerindra, Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA).
Meski terjadi di tengah musim kemarau, banjir bandang tersebut disebabkan oleh hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 300 mm dalam sehari, sebagaimana dilaporkan oleh BMKG.
Dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Bidang Sosial, Budaya dan Lingkungan GEKIRA, Melki Suawah, tim GEKIRA yang bertolak dari Jakarta pada Minggu (5/10) bergerak menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di Bali.
“Teman-teman pengurus pusat GEKIRA bersama GEKIRA Bali hari ini sudah turun langsung menyalurkan bantuan,” ujar Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, dalam keterangan tertulisnya kepada Kampiunnews melalui jaringan selular, Senin (6/10/2025).
Nikson yang tengah mengunjungi tanah suci Yerusalem, menegaskan, bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial GEKIRA terhadap masyarakat.
“Sebagai organisasi politik, GEKIRA memiliki tanggung jawab untuk hadir dan membantu masyarakat yang tertimpa bencana di seluruh Indonesia, termasuk di Bali. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memupuk optimisme untuk bangkit kembali,” ungkapnya.
Tim PP GEKIRA terdiri dari Melki Suawah, Pdt. Selly Tehuipeory (Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat), Vonny Sumampouw (Wasekjen), Pdt. Yerry Tawaluyan (Ketua Bidang Lingkungan), dan James Sumampouw (Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Pelayanan Protestan).
Rombongan turut didampingi oleh Ketua GEKIRA Bali, Yusdi Diaz, serta Ketua GEKIRA Kota Denpasar, AA Ayu Putu Priniti.
Pada hari pertama, tim menyalurkan bantuan sembako di sejumlah titik terdampak banjir di wilayah Denpasar, antara lain di Glogor Carik, Jalan Pulau Buru, Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat, serta di Jalan Sutomo, Banjar Balun, dan Kelurahan Ubung, Denpasar Utara.
Keesokan harinya, tim bergerak menuju Desa Kubutambahan dan Desa Air Sani, Kabupaten Buleleng. Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat, GEKIRA juga menyerahkan paket sembako untuk 50 Pendeta dan Hamba Tuhan di wilayah tersebut.
“Hari ini kami juga berbagi kepada para Hamba Tuhan dan Pendeta di Singaraja. Semoga mereka tetap semangat dalam melayani umatnya,” ujar Pdt. Yerry Tawaluyan di Buleleng, Selasa (7/10).
Bentuk Kepedulian dan Solidaritas
Waketum GEKIRA, Melki Suawah, menyatakan bahwa kehadiran GEKIRA di tengah masyarakat merupakan wujud tanggung jawab sosial dan moral.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan rasa sepenanggungan dengan masyarakat Bali yang terdampak bencana. Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat memberi perhatian serius, tidak hanya dalam bantuan darurat, tetapi juga dalam pemulihan infrastruktur pascabencana. Semoga langkah kecil ini menginspirasi pihak lain untuk turut peduli,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD GEKIRA Bali, Yusdi Diaz, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan perwujudan nilai kasih dan pelayanan yang menjadi dasar perjuangan GEKIRA.
“Kami hadir bukan sekadar berpolitik, tetapi untuk melayani. Ketika saudara-saudara kita tertimpa bencana, sudah sepatutnya kita turun tangan membantu. Ini adalah panggilan kemanusiaan, dan GEKIRA akan selalu hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ketua PC GEKIRA Kota Denpasar sekaligus anggota DPRD Kota Denpasar, AA Ayu Putu Priniti, yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Ketua Umum GEKIRA dan Ketua Umum Partai Gerindra.
“Kami percaya, tindakan kecil dengan hati bisa membawa dampak besar. GEKIRA Kota Denpasar ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” pungkasnya.






