Kampiunnews|Ende – Babak perempat final Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV resmi digelar pada 30–31 November 2025, menghadirkan delapan tim terbaik yang siap memperebutkan tiket semifinal. Dua hari pertandingan ini dipastikan menjadi sorotan utama publik sepak bola Nusa Tenggara Timur.
Pada fase 8 besar ini, empat tim berasal dari Flores (Perse Ende, PSN Ngada, Persena Nagekeo, Bajak Laut FC), tiga tim dari Timor (Persab Belu, PS Malaka, Persekota Kupang), serta satu wakil Sumba (Persada Sumba Barat Daya). Seluruh kontestan datang dengan motivasi tinggi dan ambisi besar, menjadikan babak ini sebagai panggung penuh tensi, strategi, dan pertaruhan gengsi. Pertandingan perempat final akan berlangsung 30 November – 1 Desember di Stadion Marilonga.
Hari Pertama 30 November 2025
Persab Belu vs PSN Ngada (Pukul 16.00 WITA)
Laga pembuka mempertemukan duel klasik ulangan final ETMC Belu 2027. Saat itu, PSN Ngada keluar sebagai juara setelah menaklukkan Persab Belu.
Perempat final kali ini diprediksi berjalan ketat. PSN Ngada di bawah pelatih Kletus Gabe tampil agresif dan disiplin, sementara Persab Belu besutan Adnan Mahing mengandalkan permainan taktis dan antarlini yang rapi—potensi menjadi antitesis dari gaya direct football PSN.
PS Malaka vs Bajak Laut FC (20.00 WITA)
Duel malam hari menjadi panggung pembuktian dua penyerang senior: Yoko Jehanam (PS Malaka) dan Yoris Nono (Bajak Laut FC).
Yoko saat ini memimpin daftar top scorer sekaligus pemilik gol tercepat ETMC 2025, sementara Yoris, meski baru mencetak satu gol, tetap menjadi ancaman serius bagi lini belakang Malaka.
Laga ini juga menjadi ujian bagi Bajak Laut FC untuk membuktikan apakah mereka mampu mengikuti jejak Bintang Timur FC sebagai klub mandiri yang bisa menembus final.
Hari Kedua 1 Desember 2025
Persada Sumba Barat Daya vs Persekota Kupang (Pukul 16.00 WITA)
Partai pembuka hari kedua menghadirkan dua tim yang tampil impresif sepanjang turnamen. Persada SBD dan Persekota Kupang sama-sama menunjukkan konsistensi.
Persekota, yang datang sebagai underdog, justru menunjukkan perkembangan positif di bawah pelatih Anton Kia. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan disiplin strategi, Persekota berpotensi menjadi kuda hitam. Jika mampu lolos dari laga ini, jalan menuju final terbuka lebar.
Persekota Kupang ibarat tim Panzer, makin kesini makin gajor. Peran Alsan Sandah dan kembalinya Junet membuat tim ini ibarat mesin disel. Dukungan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis yang akan hadir bersama supporter Capital Boys tentu menjadi tambahan energi bagi tim ibukota NTT.
Persena Nagekeo vs Perse Ende (20.00 WITA)
Duel terakhir menjadi pertandingan paling dinanti. Rivalitas panjang kedua tim memastikan laga berlangsung panas dan penuh determinasi.
Perse Ende sebagai tuan rumah mendapat dukungan besar dari ribuan pendukung—memberikan keunggulan atmosfer dan mental bertanding. Namun Persena datang dengan kekuatan penuh untuk memberikan perlawanan terbaik.
Pekerjaan Rumah Serius Asprov PSSI NTT
Selama gelaran ETMC 2025, kinerja perangkat pertandingan kembali menjadi sorotan. Sejumlah keputusan wasit dinilai kontroversial mulai dari peluit pelanggaran yang tidak konsisten hingga keputusan terlambat yang membuat pemain dan penonton kebingungan.
Beberapa laga bahkan memicu protes dari tim peserta karena merasa dirugikan oleh kepemimpinan wasit yang dianggap kurang tegas serta positioning yang kurang tepat dalam situasi krusial.
Fenomena ini menegaskan bahwa NTT membutuhkan lebih banyak wasit berkualitas untuk mendorong sepak bola daerah ini ke level yang lebih profesional. Saat ini hanya segelintir wasit yang tampil menonjol dan mampu memimpin pertandingan dengan standar yang layak. Ketimpangan kualitas ini sangat terlihat saat turnamen sekelas ETMC digelar, di mana tekanan publik tinggi dan setiap keputusan sangat menentukan.
Asprov PSSI NTT perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas: meningkatkan pendidikan dan sertifikasi wasit, memperbanyak kursus dan upgrading lisensi, memperkuat pembinaan berkelanjutan, serta menempatkan instruktur wasit yang kompeten di setiap event resmi.
Perbaikan kualitas wasit merupakan fondasi penting dalam membangun sepak bola NTT yang lebih modern, adil, dan kompetitif.
Dengan intensitas tinggi dan ambisi besar dari seluruh kontestan, babak 8 besar ETMC XXXIV ini diprediksi menghadirkan pertandingan menarik dan penuh drama.
Derby Timor, derby Flores, atau duel ideal Flores vs Timor siapa yang akan tampil di final?
Sambil seruput kopi di stadion Marilonga, mari kita nantikan siapa yang akan menjadi Kampiun baru Liga 4 ETMC 2025.






