Kampiunnews|Bandung – Tim Roundnet Jawa Tengah keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Roundnet 2025 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet muda dari berbagai daerah dan menjadi agenda tahunan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Roundnet Seluruh Indonesia (PB PORSI).
Kejurnas Roundnet 2025 diikuti 74 atlet putra dan putri yang mewakili 10 Pengurus Provinsi (Pengprov). Para atlet bertanding dalam dua kategori lapangan, yakni lapangan lantai (hard court) dan lapangan rumput sintetis (grass court), dengan nomor pertandingan putra, putri, serta campuran.
Ketua Pelaksana Kejurnas Roundnet 2025, Tria Yudi Pratama, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi tolok ukur pembinaan atlet daerah sekaligus ajang pemantauan talenta muda nasional. Mayoritas peserta yang tampil berusia di bawah 22 tahun.
“Antusiasme atlet sangat tinggi. Ini menunjukkan roundnet terus berkembang dan memiliki basis atlet muda yang kuat di daerah,” ujar Tria.
Jawa Tengah tampil impresif dengan mengoleksi tiga medali emas dan memastikan diri sebagai juara umum. Tuan rumah Jawa Barat menempati posisi kedua dengan raihan dua emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Sejumlah Pengprov lain juga berhasil meraih medali, di antaranya DKI Jakarta, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Riau, dan Banten. Sementara Kalimantan Selatan, Bali, dan Sumatera Barat belum berhasil naik podium.
Pada kategori lapangan lantai nomor putra, pasangan Jawa Barat Dani Setiawan dan Rd. M. Rafi Pratama meraih medali emas. Medali perak diraih pasangan Riau M. Hanif Putra Sanny dan Adif Maulana, sedangkan perunggu menjadi milik Arif Rizky dan Muhammad Zaki dari Banten.
Nomor putri lapangan lantai dimenangkan pasangan Jawa Tengah Fevi Rizka Dinata dan Tia Siti Maryam. Medali perak diraih pasangan Papua Barat Daya Eka Chaerunisa dan Nickya Putri Ramadhan, sementara perunggu diraih Nadya Aprillia Putri dan Alicia Fridayanti dari Jawa Barat.
Sementara itu, nomor campuran lapangan lantai dimenangkan pasangan Jawa Barat M. Faiz Arkan dan Mediana. Medali perak diraih Imam Nugraha dan Yunita Khoirunisa dari Sulawesi Selatan, serta perunggu oleh pasangan DKI Jakarta Ifan Rizky dan Fatimah.
Pada kategori lapangan rumput sintetis nomor putra, pasangan DKI Jakarta Galih M. Rizki dan Nunu Suparno keluar sebagai juara. Posisi kedua ditempati Rd. M. Naufal dan Romi Diaz dari Jawa Barat, disusul pasangan Sulawesi Selatan Sylvian Roderick Mandagi dan Richo Prayuda.
Nomor putri lapangan rumput sintetis dimenangkan pasangan Jawa Tengah Nur Syifa Fauzi dan Resa Relawati. Medali perak diraih Rissa Rosiana dan Delina dari Jawa Barat, sedangkan perunggu menjadi milik Maya Palupi dan Marsya dari Papua Barat Daya.
Untuk nomor campuran lapangan rumput sintetis, emas diraih pasangan Jawa Tengah Mohamad Ilham Ramdani dan Nur Syifa Fauzi. Medali perak diraih Mochamad Lukmanul Hakim dan Alicia Fridayanti dari Jawa Barat, sementara perunggu diraih pasangan Papua Barat Daya M. Ilham Ramdani dan Marsya N. Mulya.
Pada penghargaan individu, Galih M. Rizki dari DKI Jakarta dinobatkan sebagai Pemain Putra Terbaik, sedangkan Nur Syifa Fauzi dari Jawa Tengah terpilih sebagai Pemain Putri Terbaik.
Kejuaraan ini turut dihadiri Ketua Umum PB PORSI Genta Fajar, Sekretaris Jenderal Parto Bangun, serta Ketua Pengprov PORSI Jawa Barat Ani Susana.
Ketua Umum PB PORSI Genta Fajar menyampaikan bahwa Kejurnas Roundnet berikutnya direncanakan berlangsung pada April 2026, dengan Kota Padang atau Jakarta sebagai kandidat tuan rumah. Ia menegaskan seluruh atlet wajib kembali mengikuti seleksi daerah untuk dapat tampil di ajang nasional selanjutnya.
“Kami berharap pembinaan di daerah semakin konsisten agar kualitas Kejurnas berikutnya terus meningkat,” ujar Genta.
Sekilas Tentang Roundnet
Roundnet merupakan olahraga beregu 2 lawan 2 yang dimainkan menggunakan bola kecil dan jaring bundar menyerupai trampolin yang diletakkan di tanah. Setiap tim memiliki maksimal tiga sentuhan untuk memantulkan bola ke jaring sebelum dikembalikan ke lawan. Olahraga ini mengedepankan sportivitas dan kejujuran karena umumnya dimainkan tanpa wasit.
Dalam permainan roundnet, pemain dapat bergerak mengelilingi net hingga 360 derajat, sehingga menuntut kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Pertandingan umumnya dimainkan dalam dua set dengan sistem skor 21 poin.
Roundnet pertama kali diperkenalkan oleh Jeff Knurek pada tahun 1989 di Amerika Serikat sebagai permainan keluarga di halaman rumah (backyard games), dan kemudian dikenal luas dengan nama Spikeball. Di Indonesia, roundnet mulai diperkenalkan pada 26 Februari 2020 di Bandung oleh Genta Fajar.
PB PORSI terus mendorong pengembangan roundnet ke seluruh pelosok Nusantara, mengingat olahraga ini tidak memerlukan banyak perlengkapan, mudah dimainkan di berbagai medan, serta ramah bagi semua kalangan.






