Kampiunnews|Bandung – Persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026 berlangsung sengit hingga pekan terakhir paruh musim. Beberapa tim silih berganti menekan di jalur juara, membuat setiap laga krusial dalam menentukan posisi klasemen. Di tengah tekanan tersebut, Persib Bandung tampil paling konsisten dan sukses mengunci gelar juara paruh musim.
Persib Bandung memastikan status juara paruh musim BRI Super League 2025/2026 usai meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada laga pekan ke-17 di Stadion Gelora Lautan Api, Minggu (11/1) petang WIB.
Laga Persib kontra Persija berlangsung seru sejak menit awal. Maung Bandung langsung unggul cepat melalui gol Beckham Putra pada menit ke-4. Beckham memanfaatkan bola yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Bruno Tubarao dan menyambarnya menjadi gol.
Persija berupaya membalas sepanjang sisa pertandingan. Namun, kartu merah yang diterima Bruno Tubarao pada menit ke-53 semakin menyulitkan tim tamu. Meski tetap tampil agresif, Persija gagal menciptakan peluang bersih yang mampu menembus pertahanan Persib.
Skor 1-0 bertahan hingga laga usai. Hasil tersebut berdampak besar bagi Persib karena mereka menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen sekaligus juara paruh musim.
Persib mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan, unggul satu poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua. Persaingan papan atas paruh musim ini terbilang sangat ketat, tidak hanya melibatkan Persib dan Borneo FC, tetapi juga Persija Jakarta dan Malut United.
Persija menempati peringkat ketiga dengan 35 poin, terpaut tiga poin dari Persib. Sementara itu, Malut United berada di posisi keempat dengan raihan 34 poin dan menjadi tim paling produktif dengan catatan 33 gol.
Bagi Persib, gelar juara paruh musim BRI Super League 2025/2026 memiliki arti penting. Lebih dari sekadar posisi puncak klasemen, capaian ini mengulang sejarah yang mereka torehkan pada musim 2024/2025.
Pada musim lalu, Persib juga menutup paruh musim sebagai juara dengan raihan 38 poin meski masih menyimpan satu laga tunda. Konsistensi tersebut mampu mereka pertahankan hingga akhir musim, sebelum akhirnya dinobatkan sebagai juara BRI Liga 1 2024/2025.
Kemenangan atas Persija kali ini tidak hanya ditentukan oleh gol cepat semata, tetapi juga oleh pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Bojan Hodak. Ia menyiapkan strategi khusus untuk meredam agresivitas dan kreativitas Persija.
Persija memang unggul dalam penguasaan bola, namun kesulitan menciptakan peluang bersih. Bojan menerapkan skema man to man marking pada dua pemain kunci Persija, Maxwell Souza dan Allano.
Maxwell dijaga ketat oleh Kakang Rudianto yang bermain disiplin dan fokus membatasi ruang gerak lawan hingga Maxwell harus ditarik keluar pada babak kedua. Sementara itu, Allano diawasi secara intens oleh Alfeandra Dewangga, bahkan hingga keluar dari zona bek kiri.
Meski Dewangga digantikan pada awal babak kedua, efektivitas penjagaan tetap terjaga. Struktur sisi kiri Persib kerap berubah karena Dewangga mengikuti pergerakan Allano ke area tengah, situasi yang diantisipasi dengan baik oleh Bojan.
Eliano Reijnders kemudian memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan tim. Ia aktif melakukan pressing, memotong alur build-up Persija, serta menutup ruang yang ditinggalkan lini tengah Persib. Fleksibilitas Eliano semakin terasa ketika ia digeser ke posisi bek kanan dan tetap tampil solid hingga laga berakhir.
Bojan juga menyesuaikan peran Beckham Putra. Saat bertahan, Beckham kerap turun sejajar dengan bek tengah untuk menutup ruang kosong. Namun dalam transisi menyerang, ia tetap menjadi outlet penting dengan akselerasi cepat ke depan.
Kombinasi disiplin bertahan dan efektivitas menyerang membuat Beckham tampil menonjol, sekaligus menjadi penentu kemenangan Persib lewat gol cepatnya.
Dengan status juara paruh musim kembali diraih, pertanyaan pun mengemuka: mampukah Persib Bandung mengulang kisah sukses musim lalu dan mempertahankan konsistensi hingga akhir BRI Super League 2025/2026?
Arema FC Bangkit Tundukkan Persik Kediri 2-1
Arema FC menunjukkan mental pantang menyerah dengan mencatatkan comeback dramatis di masa injury time untuk menundukkan Persik Kediri 2-1 pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/1/2026).
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Arema tampil dominan dan menekan, namun Persik mampu mengimbangi permainan sehingga babak pertama berakhir tanpa gol. Sejumlah peluang diciptakan Singo Edan, termasuk melalui bola mati dan tembakan jarak jauh, tetapi belum mampu menembus pertahanan Macan Putih.
Drama baru tercipta pada babak kedua. Saat Arema terus mencari gol, Persik justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu lewat gol Supriadi pada menit ke-79, memanfaatkan umpan Ezra Walian. Gol tersebut memaksa Arema meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.
Tekanan Arema akhirnya membuahkan hasil di masa tambahan waktu. Pada menit 90+5, tekanan beruntun di kotak penalti Persik berujung gol bunuh diri Supriadi yang membuat skor imbang 1-1 dan menghidupkan kembali asa tuan rumah.
Tiga menit berselang, Kanjuruhan bergemuruh. Lucas Puleio mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada menit 90+8, memanfaatkan situasi bola mati. Gol tersebut memastikan comeback luar biasa Arema FC, sekaligus menutup laga dengan kemenangan 2-1.






