Kampiunnews|Bogor – Garudayaksa FC memastikan langkah bersejarah promosi ke Liga 1 atau BRI Super League musim 2026/2027 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Persikad Depok pada pekan ke-27 Grup A Liga 2 Indonesia.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari itu turut disaksikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama sejumlah petinggi Garudayaksa, di antaranya Widjono Hardjanto, Fary Djemy Francis, Danang Wijaksana Sulistya, dan Dusan Bogdanovic.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Garudayaksa tampil agresif sejak menit awal. Pergerakan cepat Andik Vermansyah di sisi sayap dan kontrol permainan Everton Nascimento di lini tengah menjadi kunci dominasi tuan rumah.
Tekanan tersebut langsung membuahkan hasil pada menit ketiga. Dheco HZ berhasil membuka keunggulan Garudayaksa lewat sepakan first time memanfaatkan bola muntah di depan kotak penalti.
Persikad sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan pada menit ke-18 melalui sundulan Rosalvo Junior yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan.
Namun Garudayaksa kembali unggul pada menit ke-29. Frydek sukses menuntaskan skema satu-dua yang rapi dan membawa tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Memasuki babak kedua, dominasi Garudayaksa semakin terlihat. Permainan disiplin dan organisasi tim yang solid membuat Persikad kesulitan mengembangkan serangan. Everton kemudian memastikan kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-57.
Kemenangan tersebut membuat Garudayaksa FC mengoleksi 52 poin dan memastikan satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Raihan poin itu juga membuat mereka tidak lagi terkejar oleh pesaing terdekat, Adhyaksa FC.
Garudayaksa FC, Proyek Besar Pembinaan Sepak Bola Indonesia dari Akademi Menuju Liga 1
Garudayaksa FC bukan sekadar klub sepak bola baru yang berhasil menembus kompetisi kasta tertinggi nasional. Klub ini lahir dari sebuah gagasan besar tentang masa depan sepak bola Indonesia, yakni membangun ekosistem pembinaan usia muda yang modern, profesional, dan berkarakter kuat.
Gagasan tersebut digerakkan oleh Prabowo Subianto yang sejak lama dikenal memiliki perhatian besar terhadap olahraga sepak bola dan pengembangan generasi muda Indonesia. Melalui semangat nasionalisme “Spirit of Garuda”, Garudayaksa dibangun bukan hanya untuk mengejar prestasi jangka pendek, tetapi juga sebagai proyek jangka panjang dalam mencetak pemain berkualitas bagi Tim Nasional Indonesia.
Garudayaksa lahir dari keyakinan bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan fondasi pembinaan yang kuat sejak usia dini. Karena itu, konsep yang dibangun tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pendidikan karakter, disiplin, sportivitas, mentalitas, serta pengembangan ilmu olahraga modern.
Cikal bakal Garudayaksa bermula dari penyelenggaraan turnamen usia muda Nusantara Open yang digelar pada tahun 2022, 2023, dan 2025. Kompetisi kelompok usia U-16 tersebut menjadi ajang pencarian bakat muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Turnamen ini mendapat perhatian besar karena tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetitif, tetapi juga membuka peluang pembinaan internasional bagi pemain muda Indonesia. Bahkan, juara dan runner up Nusantara Open edisi pertama mendapat kesempatan menjalani pelatihan di Aspire Academy, salah satu akademi sepak bola terbaik di dunia yang dikenal melahirkan banyak talenta internasional.
Dari turnamen tersebut kemudian lahir Garudayaksa Academy pada tahun 2023 sebagai pusat pembinaan pemain muda berbasis sport science dan sistem pelatihan modern.
Akademi ini dibangun di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan fasilitas lengkap berupa tujuh lapangan berstandar FIFA, pusat kebugaran, fasilitas recovery pemain, hingga penginapan berstandar hotel untuk menunjang pembinaan atlet muda secara profesional.
Di balik pengembangan Garudayaksa terdapat sejumlah tokoh nasional dan figur sepak bola Indonesia yang turut mengawal lahirnya proyek besar ini. Yayasan Garudayaksa dipimpin oleh Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pelindung.
Sementara itu, Widjono Hardjanto dan Fary Djemy Francis dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pelindung.
Sejumlah tokoh nasional lainnya juga turut menjadi bagian dalam struktur Yayasan Garudayaksa, di antaranya Sugiono, Sufmi Dasco Ahmad, Prasetyo Hadi, Djihar Arifin Husin, Mochamad Iriawan, Danang Wijaksana Sulistya, serta Simon A. Mantiri.
Pengembangan teknis akademi juga diperkuat oleh kehadiran Dusan Bogdanovic yang berperan dalam membangun sistem pembinaan modern dan penguatan kualitas pelatih serta pemain muda.
Garudayaksa mengusung model klub modern yang memadukan pembinaan talenta muda dengan pemain berpengalaman serta manajemen profesional. Filosofi yang dibangun adalah menciptakan jalur pembinaan berkelanjutan dari akademi hingga level profesional.
Pada tahun 2025, Garudayaksa resmi menjadi klub profesional setelah mengakuisisi PSKC Cimahi sehingga langsung berkompetisi di Liga 2 Indonesia dengan Stadion Pakansari sebagai home base.
Meski berstatus klub baru, Garudayaksa FC langsung mencuri perhatian berkat performa konsisten dan ambisi besar menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sejumlah pemain berpengalaman seperti Andik Vermansyah, Asep Berlian, Taufik Hidayat, Everton Nascimento, hingga Ryu Seung-woo turut memperkuat skuad.
Dengan dukungan infrastruktur modern, manajemen profesional, pembinaan usia muda yang sistematis, dan visi jangka panjang yang kuat, Garudayaksa FC kini dipandang sebagai salah satu proyek sepak bola paling ambisius di Indonesia.
Struktur Manajemen Garudayaksa FC
- Pemilik: Prabowo Subianto
- Presiden Klub: Widjono Hardjanto
- CEO Garudayaksa: Dusan Bogdanovic
- Manajer: Derry Hidayat
- Pelatih: Widodo Cahyono Putro / Khamid Mulyono






