Kampiunnews|Kupang – Berawal dari gagasan Fary Francis yang berhasil membangkitkan denyut sepak bola di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste, Bintang Timur Atambua (BeTA) kini melangkah lebih jauh dengan melirik Kota Kupang sebagai pusat baru pengembangan talenta muda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota Kupang dinilai strategis sebagai ibu kota provinsi sekaligus simpul pembinaan olahraga, dengan potensi besar sumber daya atlet muda yang terus tumbuh.
Setelah sukses membangun ekosistem sepak bola melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan Academy di Atambua selama lebih dari satu dekade, manajemen Bintang Timur Atambua menjajaki kolaborasi dengan SSB Tunas Muda Kupang. Kolaborasi ini akan melahirkan BeTA Tunas Muda Academy, yang direncanakan berbasis di Stadion Merdeka Kupang dan Stadion Lasiana.
BeTA Tunas Muda Academy diproyeksikan menjadi pusat pembinaan talenta muda sepak bola NTT yang terstruktur, berjenjang, dan berorientasi prestasi. Rencana ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyatakan bahwa program ini merupakan inovasi strategis yang patut didukung penuh. Ia berharap, melalui pembinaan yang konsisten dan profesional, akan lahir pemain-pemain berkualitas yang mampu mengharumkan nama NTT di berbagai level kompetisi.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan komitmen dukungan Pemkab Kupang terhadap pengembangan BeTA Tunas Muda Academy. Ia menyampaikan bahwa Stadion Lasitarda Lasiana, yang merupakan aset Pemkab Kupang, dapat digunakan sebagai lokasi latihan.
“Ini program yang sangat baik dan kami dukung penuh. Fasilitas milik Pemkab Kupang yang berada di Kota Kupang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan pemain muda,” tegas Yosef.
Manajer Bintang Timur Atambua Academy, Fhyto Francis, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah. Dengan dukungan pelatih berpengalaman, ia optimistis BeTA Tunas Muda Academy akan berkembang pesat. Sejumlah pelatih yang terlibat antara lain Bert Pentury, Anton Kia, Ibnu Sanda, Alsan Sanda, Doni Kia, Nover Ndoen, Marthen Taus, dan lainnya.
“Dengan konsistensi dan manajemen yang baik, kami yakin program ini akan berjalan sukses dan berkelanjutan,” ujar Fhyto.
Sebelumnya, Serena Francis yang juga menjabat CEO Bintang Timur Atambua Academy, menjelaskan bahwa apabila kerja sama penggunaan Stadion Lasitarda Kupang terealisasi, pihaknya memiliki rencana pengembangan fasilitas stadion.
“Kami merencanakan rehabilitasi stadion, mulai dari penggunaan rumput sintetis, pemasangan lampu, hingga pembangunan asrama. Dengan begitu, pembinaan bisa disentralisasi dan berjalan optimal,” jelas Serena.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Bintang Timur Academy di Kupang bukan untuk bersaing dengan SSB lokal, melainkan membangun ekosistem bersama.
“Talenta NTT sangat besar, tetapi harus dikelola dengan sistem yang benar. Kami ingin membuka jalur prestasi yang jelas bagi anak-anak NTT hingga ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Sebagai tahap awal, kerja sama BeTA dan Tunas Muda akan menjalankan sejumlah program, antara lain Talent Identification & Talent Pool bersama, serta Coaching Clinic dan sharing metodologi kepelatihan. Program ini menjadi fondasi menuju pembentukan BeTA Tunas Muda sebagai Satellite Academy, dengan Kupang sebagai talent hub dan Atambua sebagai center of excellence.
Ke depan, Bintang Timur Academy bersama Garuda Yaksa FC Academy yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto akan mengembangkan berbagai program unggulan di Kupang, seperti NTT Talent Gateway, Urban Football Development Program, Elite Class Kupang, Character & Mentality Camp, serta Digital Academy berbasis pemantauan progres pemain.
Bintang Timur Academy juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan SSB lain, Askab PSSI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, serta pihak sponsor.
“Sepak bola NTT hanya bisa maju jika dibangun bersama. Kerja sama awal ini adalah bukti bahwa kolaborasi adalah kunci,” tutup Serena Francis.






