Kampiunnews|Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Maju (PIM) mengawali tahun 2026 dengan langkah konsolidatif melalui rapat pleno pengurus dan kegiatan silaturahmi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PIM sebagai organisasi perempuan yang fokus pada penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.
Perempuan Indonesia Maju (PIM) merupakan organisasi perempuan yang aktif mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, hingga peningkatan kualitas kepemimpinan perempuan. Melalui kerja advokasi, penguatan jejaring, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PIM berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan gender.
Rapat pleno dan silaturahmi pengurus DPP PIM dilaksanakan pada Selasa (20/01/2026) di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pelindung Mayjen Pol (Purn) Drs. Sudarto Danusubrata, SH, Dewan Pembina Septriana Tangkary, Dewan Pengawas Marsda TNI (Purn) Dr. Sujono, SH, MH, C.Fr.A., Frans X. Watu, Iyuk Wahyudi, serta jajaran pengurus DPP PIM.
Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, menjelaskan bahwa rapat pleno merupakan agenda rutin organisasi yang memiliki makna strategis. “Rapat pleno adalah forum penting untuk menjalin silaturahmi sekaligus mengoordinasikan program kerja PIM tahun 2026. Berbagai persoalan dan tantangan organisasi dibahas secara terbuka untuk menemukan solusi terbaik demi kemajuan PIM,” ujarnya.
Kegiatan rapat diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Perempuan Indonesia Maju, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PIM dan PT SMI, produsen produk kecantikan dengan merek AQL Beauty, serta kerja sama dengan brand kecantikan Nu Skin dan layanan e-money Zip Pay. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan yang diinisiasi PIM.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina PIM Septriana Tangkary menegaskan bahwa perempuan memiliki peran fundamental dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Perempuan adalah tonggak keluarga. Mereka menjadi pilar utama dalam mengelola ekonomi keluarga, baik melalui peran domestik maupun kontribusi finansial. Saya mengapresiasi pengurus PIM yang mengawali tahun 2026 dengan konsolidasi organisasi dan program kerja. Harapan saya, PIM tetap solid dan mampu membantu kerja pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Marsda TNI (Purn) Dr. Sujono, SH, MH, C.Fr.A., untuk pertama kalinya hadir di tengah pengurus DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan memberikan arahan dengan membagikan pengalaman pengabdiannya di dunia militer. Ia menuturkan perjalanan karier yang dimulai dari bawah hingga mencapai jabatan perwira tinggi TNI, seraya menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan konsistensi sebagai kunci keberhasilan, serta nilai-nilai kepemimpinan tersebut dapat menjadi bekal dan motivasi bagi pengurus DPP PIM dalam menjalankan peran organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Rapat pleno dipimpin langsung oleh Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro, didampingi Sekretaris Jenderal Rahajeng Widya dan Bendahara Umum Anna Naomi Silitonga. Dalam paparannya, Lana menyampaikan capaian organisasi sepanjang tahun 2025 sekaligus menguraikan garis besar rencana kerja PIM untuk tahun 2026.
Menurut Lana, tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi penguatan dan konsolidasi organisasi perempuan PIM di tingkat nasional.
“Tahun ini kita akan melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Agenda ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas, serta merumuskan langkah-langkah konkret perjuangan organisasi ke depan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Rapimnas dan Rakernas membutuhkan persiapan matang serta komitmen seluruh jajaran pengurus agar keputusan yang dihasilkan benar-benar berdampak pada penguatan peran perempuan.
“Saya berharap seluruh pengurus terlibat aktif, bekerja secara kolektif, dan mengambil tanggung jawab sesuai perannya masing-masing, demi memastikan PIM terus tumbuh sebagai organisasi perempuan yang solid, progresif, dan relevan dengan tantangan zaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PIM Rahajeng Widya menyampaikan bahwa rapat pleno juga menyepakati langkah restrukturisasi kepengurusan sebagai bagian dari upaya penguatan efektivitas organisasi. Restrukturisasi ini bertujuan agar setiap pengurus dapat berkontribusi secara optimal sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan keahlian masing-masing.
Sebagai organisasi perempuan, Rahajeng menegaskan bahwa penguatan struktur kepengurusan menjadi kunci untuk mendorong kepemimpinan perempuan yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing. Masuknya sejumlah wajah baru diharapkan membawa perspektif segar, energi baru, serta inovasi dalam menjalankan program strategis PIM ke depan.
“Kehadiran kader-kader perempuan baru ini diharapkan mampu memperkuat kerja-kerja advokasi, pemberdayaan, serta peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan perempuan di berbagai sektor,” ujar Rahajeng, yang pada hari ini dikukuhkan sebagai pengacara di Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta.
Ia menambahkan, restrukturisasi kepengurusan bukan sekadar pergantian personalia, melainkan wujud komitmen PIM untuk terus beradaptasi dengan dinamika sosial, memperluas jejaring, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.






