Kampiunnews|Kudus – Kehadiran Rahmad Darmawan di kursi pelatih menjadi titik balik kebangkitan Persipura Jayapura. Di bawah komando pelatih berpengalaman tersebut, Mutiara Hitam kembali menemukan identitas permainan dan menutup putaran kedua Grup Timur Championship 2025/26 dengan kemenangan penting 2-1 atas Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Jumat (30/1).
Tambahan tiga poin itu mengokohkan Persipura di puncak klasemen dengan 37 poin, sekaligus mempertegas sinyal kembalinya klub kebanggaan Papua ke jalur juara dan jalur promosi Super League.
Persipura tampil lebih disiplin, efektif, dan matang dalam memanfaatkan peluang—ciri khas tim racikan Rahmad Darmawan. Dua gol kemenangan dicetak oleh Artur Vieira dan Gunansar Mandowen, yang menegaskan solidnya transisi permainan serta ketajaman lini depan.
Bagi Rahmad Darmawan, Persipura bukan sekadar tim, melainkan bagian dari perjalanan panjang kariernya. Ia pernah mengantarkan Mutiara Hitam menjuarai Liga Indonesia 2005, prestasi yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah sepak bola Papua dan nasional.
Kembalinya RD menghadirkan stabilitas, ketenangan, dan kepercayaan diri di ruang ganti. Dalam waktu singkat, ia mampu membangun kembali mental bertanding para pemain, menanamkan disiplin tinggi, serta menghidupkan semangat juang yang menjadi ciri khas Persipura.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, menilai kehadiran Rahmad Darmawan menjadi faktor krusial dalam tren positif tim.
“Kami percaya coach Rahmad Darmawan memiliki kapasitas, pengalaman, dan karakter kepemimpinan yang kuat. Di bawah arahan beliau, tim menunjukkan perkembangan signifikan dan kembali berada di jalur yang kami targetkan,” ujar Owen.
Kemenangan atas Persiku juga memiliki makna emosional. Hasil tersebut dipersembahkan untuk mendiang legenda Persipura, Mettu Dwaramury, sosok yang menjadi simbol dedikasi dan kebanggaan sepak bola Papua.
“Beliau adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persipura. Nilai-nilai yang ditanamkan almarhum Mettu—disiplin, kerja keras, dan kebanggaan sebagai orang Papua—terus kami jaga hingga hari ini,” kata Owen.
Meski memimpin klasemen, Rahmad Darmawan dan manajemen menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Masih ada sembilan pertandingan tersisa di putaran ketiga yang akan menentukan nasib Persipura dalam perebutan tiket promosi.
“Standar Persipura selalu tinggi. Kami harus tetap fokus, rendah hati, dan lapar akan kemenangan. Target kami jelas: membawa Persipura kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia,” tegas Owen.
Dengan kombinasi pengalaman Rahmad Darmawan, dukungan suporter Papua, dan tren performa yang terus meningkat, Persipura kini menatap sisa kompetisi dengan keyakinan baru—menuju Super League dan kejayaan yang pernah menjadi identitas Mutiara Hitam.






