Kampiunnews|Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/02/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan perkembangan terkini berbagai indikator makroekonomi nasional kepada Presiden.
Menko Perekonomian menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tercatat sebesar 5,39 persen, yang dinilai sebagai capaian tertinggi di antara negara-negara G20 pada periode yang sama. Secara tahunan (year-on-year), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen.
“Pertumbuhan kuartal keempat mencapai 5,39 persen dan secara year-on-year 5,11 persen. Ini menunjukkan kinerja yang sangat baik,” ujar Airlangga.
Dari sisi sektor riil, aktivitas industri manufaktur masih berada di zona ekspansi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 52,6. Tingkat keyakinan konsumen pada Januari juga mengalami peningkatan dibandingkan Desember, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
“Indeks keyakinan konsumen di bulan Januari meningkat menjadi 127. Jika mengacu pada Mandiri Spending Index, angkanya berada di level 372,5,” jelasnya.
Kinerja konsumsi domestik pun menunjukkan tren yang menguat. Penjualan riil tumbuh 7,9 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan Desember tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,5 persen.
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia hingga Desember mencatatkan surplus selama 68 bulan berturut-turut dengan nilai surplus terakhir sebesar 2,51 miliar dolar AS. Realisasi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), mencapai Rp1.931,2 triliun. Cadangan devisa tetap terjaga pada level tinggi sebesar 154,6 miliar dolar AS, sementara pertumbuhan kredit tercatat 9,69 persen.
Airlangga juga melaporkan bahwa peringkat kredit Indonesia dari berbagai lembaga pemeringkat internasional masih berada pada level investment grade. Namun demikian, pemerintah mencermati outlook negatif dari Moody’s sebagai perhatian yang perlu diantisipasi melalui langkah kebijakan yang tepat.
“Hal ini perlu diperhatikan, terutama terkait penjelasan mengenai potensi peningkatan penerimaan negara serta rencana penguatan melalui Danantara,” ungkapnya.
Rapat terbatas tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan nasional. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid dengan arah pertumbuhan yang semakin terstruktur dan berkelanjutan.






