Kampiunnews|Jakarta โ Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia sepanjang Semester I 2026 tetap terjaga meski dunia masih dihadapkan pada perlambatan ekonomi, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan tingginya volatilitas pasar keuangan global.
Ketua KSSK yang juga Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kondisi tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus diperkuat melalui koordinasi antarlembaga.
“Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan melalui koordinasi di dalam KSSK,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (20/7).
Menurut Purbaya, dari sisi fiskal pemerintah terus mengoptimalkan peran APBN sebagai shock absorber untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Hingga Semester I 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara belanja negara meningkat 17,8 persen (yoy). Keseimbangan primer masih mencatatkan surplus dan defisit APBN diproyeksikan tetap terkendali pada 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir tahun.
Selain menjaga stabilitas fiskal, pemerintah juga memperkuat daya tahan ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan, antara lain optimalisasi penempatan uang negara di bank umum, pengendalian harga bahan bakar minyak (BBM) dan pangan, pemberian insentif bagi dunia usaha, termasuk diskon transportasi dan fasilitas impor.
Di sisi lain, APBN tetap diarahkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, peningkatan layanan kesehatan, hingga penanganan bencana di berbagai daerah.
Purbaya menegaskan, KSSK akan terus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan stabilitas sistem keuangan tetap menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui koordinasi yang erat antarlembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Purbaya.
KSSK optimistis sinergi kebijakan yang terus diperkuat akan menjaga ketahanan sektor keuangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.






