Kampiunnews|Bandar Lampung – Laga pekan ke-25 BRI Super League musim 2025/2026 mempertemukan Bhayangkara FC melawan Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa (10/3). Pertandingan berlangsung sengit dan penuh drama sebelum akhirnya dimenangkan tuan rumah dengan skor 2-1.
Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak awal. Wasit bahkan harus memeriksa tayangan Video Assistant Referee (VAR) hingga tiga kali sepanjang pertandingan dan mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain Arema FC.
Dua pemain yang diusir dari lapangan adalah Dalberto dan Pablo Oliveira. Sementara dua gol kemenangan Bhayangkara FC dicetak oleh Privat Mbarga dan Moussa Sidibé. Gol tunggal Arema FC dicetak oleh Joel Vinícius.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Bhayangkara FC. Selain berhasil bangkit dari ketertinggalan, tim berjuluk The Guardians itu kini mencatatkan lima kemenangan beruntun di kompetisi musim ini.
Tambahan tiga poin membuat Bhayangkara FC naik ke peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 39 poin dari 25 pertandingan. Sementara Arema FC tertahan di posisi ke-11 dengan raihan 32 poin.
Pada babak pertama, Bhayangkara FC berusaha mengontrol jalannya pertandingan. Namun kondisi lapangan yang tergenang air membuat permainan tidak berjalan maksimal.
Arema sempat mendapatkan peluang pada menit ketujuh setelah bola umpan pemain belakang Bhayangkara terhenti di genangan air dan direbut pemain Arema di depan kotak penalti. Franca langsung melepas tembakan keras yang masih mampu ditepis kiper Bhayangkara, Aqil Savik.
Tak lama kemudian, Dalberto mencoba memanfaatkan bola rebound, namun usahanya kembali digagalkan oleh Savik.
Insiden keras terjadi pada menit ke-11 ketika Savik dan Dalberto berebut bola liar. Sepatu Dalberto menghantam tulang kering Savik hingga sang kiper harus mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan.
Peluang Bhayangkara datang pada menit ke-29 melalui tembakan Moussa Sidibé dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang.
Pada menit ke-33, Bhayangkara kembali mengancam lewat sundulan Matsumura setelah menerima umpan silang Sidibé. Namun kiper Arema, Pandeynuwu, mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit 45+1. Rio Fahmi mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut tandukan Dalberto ke tengah kotak penalti. Bola kemudian disambar Joel Vinicius yang sukses membawa Arema unggul 1-0.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit 45+7, wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada Pablo Oliveira setelah memeriksa VAR. Ia dianggap melakukan pelanggaran berbahaya setelah menginjak engkel Frengky Missa dalam duel perebutan bola.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC langsung meningkatkan intensitas serangan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Peluang pertama datang pada menit ke-52 melalui skema bola mati yang dieksekusi Sidibé. Bola sempat disambar Nehar Sadiki, namun masih berhasil diblok oleh Pandeynuwu.
Arema sempat mengancam pada menit ke-64 lewat tendangan jarak jauh Franca, tetapi kiper Bhayangkara Awan Setho masih mampu menghalau bola keluar lapangan.
Drama kembali terjadi pada menit ke-69 saat wasit diminta mengecek VAR terkait insiden antara Dalberto dan Slavko Damjanovic. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit membatalkan kartu kuning untuk Dalberto dan menggantinya dengan kartu merah langsung. Arema pun harus bermain dengan sembilan pemain.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Bhayangkara FC. Pada menit ke-75, Privat Mbarga berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan kepala setelah menerima umpan sepak pojok dari Moussa Sidibé.
Pertandingan kembali diwarnai keputusan VAR pada menit ke-82 ketika wasit meninjau pelanggaran Betinho terhadap Dendy. Setelah melihat tayangan ulang, wasit menunjuk titik putih untuk Bhayangkara.
Moussa Sidibé yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-87 dan membawa Bhayangkara berbalik unggul 2-1.
Di masa injury time, Arema hampir menyamakan kedudukan lewat tembakan keras Firza Andika dari luar kotak penalti pada menit 90+3. Namun bola hanya membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan pada menit 90+10, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Bhayangkara FC. Hasil ini semakin memperkuat posisi mereka dalam persaingan papan atas klasemen musim ini.
Klasemen Sementara BRI Super League
|
Tim
|
Main | Poin | Menang | Seri | Kalah | Goal | -/+ |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
1. Persib Bandung
|
24 | 57 | 18 | 3 | 3 | 42 | 29 |
|
2. Borneo FC
|
24 | 53 | 17 | 2 | 5 | 47 | 23 |
|
3. Persija
|
24 | 51 | 16 | 3 | 5 | 44 | 23 |
|
4. Malut United
|
25 | 45 | 13 | 6 | 6 | 51 | 19 |
|
5. Persita
|
25 | 41 | 12 | 5 | 8 | 35 | 11 |
|
6. Bhayangkara FC
|
25 | 41 | 12 | 5 | 8 | 32 | 5 |
|
7. Persebaya Surabaya
|
25 | 39 | 10 | 9 | 6 | 37 | 7 |
|
8. PSIM Yogyakarta
|
24 | 37 | 9 | 10 | 5 | 33 | 3 |
|
9. Bali United
|
24 | 33 | 8 | 9 | 7 | 35 | 1 |
|
10. Dewa United
|
24 | 33 | 10 | 3 | 11 | 29 | -1 |
|
11. Arema FC
|
25 | 31 | 8 | 7 | 10 | 36 | 0 |
|
12. Persik Kediri
|
25 | 29 | 8 | 5 | 12 | 32 | -13 |
|
13. PSM Makassar
|
25 | 24 | 5 | 9 | 11 | 29 | -5 |
|
14. Madura United
|
25 | 20 | 4 | 8 | 13 | 24 | -18 |
|
15. Persijap
|
24 | 20 | 5 | 5 | 14 | 20 | -19 |
|
16. Semen Padang
|
25 | 20 | 5 | 5 | 15 | 21 | -20 |
|
17. PSBS Biak
|
25 | 18 | 4 | 6 | 15 | 27 | -26 |
|
18. Persis Solo
|
24 | 17 | 3 | 8 | 13 | 25 | -19 |






