Kampiunnews|Jakarta – Pemilik klub Serie A Italia Como 1907 sekaligus pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura. Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi dunia usaha dan sosial, tetapi juga dunia sepak bola.
Kepemilikan Como 1907 berada di bawah grup usaha Djarum melalui SENT Entertainment Ltd. sejak 2019. Di bawah kepemilikan Indonesia tersebut, Como bangkit dari kasta keempat hingga berhasil promosi ke Serie A. Dalam struktur manajemen, Mirwan Suwarso turut berperan sebagai salah satu perwakilan.
Almarhum dijadwalkan dimakamkan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
“Keputusan tersebut diambil setelah melalui rapat internal keluarga,” kata Senior Manager Public Affair PT Djarum Kudus, Purwono Nugroho, di Kudus, Kamis.
Ia menjelaskan, lokasi pemakaman ditetapkan di kompleks makam keluarga di Godo, Kabupaten Rembang. Pemilihan ini didasarkan pada latar belakang keluarga, mengingat leluhur almarhum berasal dari wilayah tersebut, meski semasa hidupnya lebih banyak menetap di Jakarta.
Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di dua lokasi. Pada 20–22 Maret 2026 di Grand Heaven, Jakarta (ruang 103–105 dan 107–108), kemudian dilanjutkan di GOR Jati Kudus pada 22–25 Maret 2026.
Rangkaian misa meliputi misa tutup peti pada 20 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di Jakarta, serta misa malam pada 24 Maret 2026 pukul 18.00 WIB di Kudus. Misa pelepasan dijadwalkan 25 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, dilanjutkan pemberangkatan pukul 09.00 WIB.
Upacara pemakaman akan dilaksanakan pukul 10.40 WIB di Godo, Kabupaten Rembang, dengan prosesi pemakaman pukul 11.00 WIB. Saat ini, jenazah almarhum yang wafat di Singapura masih dalam proses pemulangan ke Indonesia.
Semasa hidupnya, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis terkemuka di Indonesia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia mengembangkan PT Djarum menjadi salah satu perusahaan terbesar di Tanah Air.
Lahir pada 2 Oktober 1939, ia merupakan putra dari Oei Wie Gwan. Di bawah kepemimpinannya, bisnis keluarga berkembang pesat dan berekspansi ke berbagai sektor.
Selain dunia usaha, almarhum juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation yang berkontribusi di bidang lingkungan, pendidikan, budaya, dan olahraga.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun olahraga.






