Kampiunnews|Jakarta – Dalam peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63, PT TASPEN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat transformasi perusahaan melalui langkah-langkah konkret. Upaya tersebut meliputi penguatan layanan, akselerasi digitalisasi, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan ketahanan bisnis.
Transformasi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata TASPEN dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong BUMN menjadi lebih adaptif, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat, khususnya peserta TASPEN.
Mengusung tema “TASPEN Melayani Sepenuh Hati”, perayaan tahun ini menitikberatkan pada peningkatan inovasi layanan, profesionalisme, dan komitmen perusahaan. Rangkaian kegiatan HUT diisi dengan bazar, bakti sosial di berbagai kantor cabang, kegiatan sosial seperti pembagian sembako, serta program kepedulian lingkungan.
Puncak perayaan digelar di Kantor Pusat PT TASPEN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang dihadiri jajaran direksi dan komisaris. Momentum ini menandai perjalanan panjang TASPEN selama enam dekade dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara di seluruh Indonesia.
Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan kepada peserta. Ia mendorong seluruh insan TASPEN untuk memberikan layanan yang cepat, tepat, humanis, dan responsif, serta mampu menghadirkan nilai tambah.
“TASPEN kini tidak hanya berfokus pada kepatuhan prosedur, tetapi juga mengedepankan empati, kepedulian, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan peserta,” ujar Rony. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh insan TASPEN dan mengajak untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan peserta.
Dari Pengelola Pensiun ke Penjaga Masa Depan: Pesan Keras Presiden untuk TASPEN
Di tengah dinamika perubahan sektor keuangan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, PT TASPEN (Persero) dihadapkan pada satu pilihan: bertransformasi atau tertinggal. Pesan itulah yang ditegaskan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran TASPEN, sebagaimana disampaikan Komisaris Utama, Fary Djemy Francis.
Dalam sambutannya, Fary membuka dengan penekanan yang tidak biasa, bahwa arah TASPEN ke depan tidak lagi cukup hanya berjalan di jalur lama.
“Saat ini yang kita hadapi bukan hanya risiko pasar, tetapi juga tuntutan perubahan model bisnis. TASPEN tidak boleh lagi sekadar menjadi administrator manfaat, tetapi harus menjadi pengelola masa depan keuangan peserta,” ujarnya, mengutip pesan Presiden.
Kalimat itu bukan sekadar pengingat, melainkan garis tegas tentang pergeseran peran. Di baliknya, tersimpan tuntutan agar TASPEN bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan berani keluar dari zona nyaman sebagai pengelola pensiun semata.
Selama ini, TASPEN kerap dipersepsikan sebagai institusi yang hadir di ujung perjalanan karier aparatur sipil negara (ASN) mengurus mereka saat memasuki masa purna tugas. Namun, paradigma itu kini ditantang untuk diubah secara mendasar.
Fary menegaskan, tanggung jawab TASPEN sesungguhnya dimulai sejak seorang ASN diangkat. Artinya, peran institusi ini mencakup seluruh siklus kehidupan peserta dari awal pengabdian hingga masa pensiun.
“TASPEN sering dipandang hanya mengurus pensiunan. Padahal sejak ASN diangkat, mereka sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kita. Kita harus hadir memberikan kepastian, pelayanan terbaik, dan menjamin masa depan mereka,” tegas mantan Komisaris Utama ASABRI.
Di sinilah transformasi menemukan urgensinya. Bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara pandang dari administratif menjadi strategis, dari reaktif menjadi proaktif.
Langkah itu mulai terlihat melalui percepatan transformasi digital yang kini menjadi tulang punggung pembaruan TASPEN. Perusahaan mendorong pemanfaatan teknologi untuk menciptakan layanan yang lebih cepat, akurat, dan efisien.
Salah satu wujudnya adalah pengembangan Taspen Dashboard, sebuah sistem yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data secara real time. Melalui platform ini, kinerja perusahaan dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.
Tak berhenti di situ, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga mulai diperluas, terutama dalam pengelolaan layanan dan penanganan keluhan peserta. Tujuannya jelas: mempercepat respons sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Namun, transformasi tidak hanya berhenti pada teknologi. TASPEN juga mulai memperkuat fondasi bisnis dengan mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan layanan di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.
Semua upaya tersebut bermuara pada satu hal: membangun kepercayaan jangka panjang. Bahwa TASPEN bukan sekadar pengelola manfaat, tetapi mitra yang hadir menjaga masa depan keuangan para ASN dan keluarganya.
Pesan Presiden yang disampaikan melalui Fary menjadi penanda bahwa perubahan ini bukan lagi pilihan. Ini adalah mandat. Sebuah dorongan agar TASPEN bertransformasi menjadi institusi yang lebih modern, tangguh, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Di tengah arus perubahan yang tak terhindarkan, TASPEN kini tengah menulis babak baru beralih dari pengelola pensiun menjadi penjaga masa depan.






